Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Perusahaan Penerbangan akan Bahas Bersama Soal Tiket Mahal

Jumat 01 Nov 2019 03:03 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini

Maskapai penerbangan (Ilustrasi)

Maskapai penerbangan (Ilustrasi)

Foto: Dailymail
Perusahaan penerbangan akan mengatasi masalah tiket mahal untuk dukung pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) akan mendukung pariwisata meski saat ini harga tiket pesawat masih mahal. Ketua Umum INACA Denon B Prawiraatmadja mengatakan pihaknya akan mencari komponen biaya yang menjadi masalah maskapai.

Baca Juga

“Jadi nanti kita akan duduk bersama-sama dengan anggota yang lain membedah kira-kira komponen biaya apa yang menjadi beban maskapai, airchartered, dan maskapai kargo,” kata Denon di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (31/10).

Denon menegaskan maskapai juga tetap harus bertahan hidup dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu, dia mengatakan pembahasan lebih lanjut mengenai komponen biaya dalam operasional maskapai masih harus dilakukan kembali.

“Setelah kita identifikasi hal tersebut, baru kita akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Dalam hal ini Pertamina, penyelenggara avtur, kemudian penyelenggara bandara, dan Airnav,” kata Denon.

Dia mengatakan, hal tersebut mungkin sudah dilakukan dengan kepengurusan INACA sebelumnya. Hanya saja, Denon berharap dengan pengurus yang baru memiliki daftar prioritas apa saja yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan harga tiket tersebut.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) sebelumnya membuat beberapa kebijakan untuk menurunkan harga tiket pesawat tetapi belum mencapai kesepakatan final. Sementara saat ini, Kemenhub sudah memiliki dua kebijakan yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwa| Dalam Negeri dan Keputusan Menteri Perhubungan Rebuplik Indonesia Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta INACA mendukung pembentukan lima Bali baru. Budi mengatakan hal tersebut sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pengembangan lima Bali baru yakni Dananu Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo.

“Setelah Kemenhub melakukan banyak kegiatan di Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo kita inginkan partisipasi INACA melihat sisi yang harus dilakukan di situ,” kata Budi saat menghadiri Rapat Umum Anggota Tahunan INACA 2019 di Hotel Boobudur, Kamis (31/10).

Budi menjelaskan partisipasi para maskapai diperlukan untuk mendukung sektor pariwisata menjadi nomor satu di Indonesia. Sebab, menurut Budi di Raja Ampat banyak tempat potensial namun masih kurang perhatian. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA