Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Calhaj Asal Banyumas Diimbau Segera Melengkapi Persyaratan

Kamis 31 Oct 2019 21:15 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Petugas mendata paspor jamaah calon haji kloter 56 saat tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (31/7).

Petugas mendata paspor jamaah calon haji kloter 56 saat tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (31/7).

Foto: Republika/Prayogi
Persyaratan yang harus disipakan adalah menyiapkan paspor.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO— Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mengimbau calon haji tahun keberangkatan 2020 segera melengkapi dokumen yang menjadi persyaratan untuk pembuatan paspor.

"Hingga saat ini kami masih mempersiapkan proses pembuatan paspor haji tahun keberangkatan 2020 namun masih ada calon haji yang belum melengkapi berkas persyaratan," kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Banyumas, Purwanto Hendro Puspito, di Purwokerto, Kamis (31/10).

Kemenag Banyumas menargetkan pada November 2019 seluruh dokumen yang diperlukan sudah lengkap. "Karena itu kami mengingatkan lagi calon haji yang belum mengumpulkan untuk segera melengkapi dokumen yang diperlukan," katanya.

Baca Juga

Pasalnya, pihaknya segera mengajukan jadwal pembuatan paspor haji ke Kantor Imigrasi Cilacap. "Kalau dokumen belum lengkap maka proses verifikasi dan validasi belum bisa dilakukan sehingga belum bisa mengajukan jadwal pembuatan paspor haji ke kantor Imigrasi Cilacap," katanya.

Dia berharap, proses pengumpulan dokumen akan berlangsung lancar sesuai target sehingga tidak menghambat agenda berikutnya. "Setelah proses pembuatan paspor tuntas, kami akan mengagendakan perekaman biometrik dan sidik jari," katanya.

Untuk itu, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh calon haji. Sebelumnya, dia juga menginformasikan bahwa kuota haji untuk Kabupaten Banyumas pada 2020 sebanyak 1.120 orang. "Jumlah kuota untuk tahun depan sebanyak 1.120 orang atau lebih sedikit dibanding kuota 2019 yang sebanyak 1.147 orang," katanya.

Kendati demikian, kata dia, penetapan kuota tersebut masih bersifat sementara sehingga masih ada kemungkinan mengalami perubahan. "Masih bersifat sementara bisa jadi ada perubahan bisa saja bertambah atau lebih banyak dibanding 2019 ini," katanya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA