Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wakil Ketua DPRD DKI Yakin Anggaran Aneh Dapat Disisir

Kamis 31 Oct 2019 22:00 WIB

Rep: Flori Sidebang / Red: Ratna Puspita

M Taufik - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

M Taufik - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

Foto: Republika/ Wihdan
'Kalau dulu kan diskusinya di dalam ruangan, enggak di luar. Jadi, pasti tersisir.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan, dalam perencanaan setiap tahunnya, pasti terdapat anggaran aneh yang muncul. Namun, Taufik yakin rencana anggaran itu akan bisa disisir. 

Baca Juga

"Ada (setiap tahun) yang enggak beres-beres juga tersisir, cuma tahun lalu kan enggak lapornya ke media, lapornya pada forum, saat pembahasan. Kan bisa dilihat itu di dalam pembahasan," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Taufik menuturkan, salah satu anggaran  aneh yang muncul saat ini, yakni rencana pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar bukanlah hal yang paling parah. Menurutnya, kehebohan terjadi karena adanya pembahasan yang dilakukan di ruang publik, termasuk media sosial. 

"Enggak, bukan separah itu. Banyak, banyak. Kalau dulu kan diskusinya di dalam ruangan, enggak di luar. Jadi kayak gitu-gitu pasti tersisir," ungkap Taufik. 

Taufik pun yakin, DPRD mampu menyelesaikan pembahasan RAPBD 2019 sesuai dengan batas waktu pembahasan APBD DKI 2020 pada 30 November 2019. Ia menyebut, anggaran seperti lem Aibon yang muncul ke publik, pasti sempat dibahas. "Sempat, keburu, ini sisir satu satu," imbuhnya. 

Menurut Taufik, setelah selesai membahas KUA-PPAS serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU), akan ada forum lanjutan untuk merinci dan mengecek kembali anggaran yang diajukan. Dengan demikian, pengecekan akan dilakukan dua kali. 

"Kan ada dua tahapan. Sekarang saja lagi disisir per item. Ini kan KUA-PPAS, begitu ada MoU, maka ada pembahasan APBD. Jadi ada dua tahap. Pembahasan APBD turunan dari KUA-PPAS, disisir lagi di komisi," jelas politikus Gerindra itu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA