Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

PDIP Ingatkan Parpol Koalisi Sukseskan Pemerintahan Jokowi

Kamis 31 Oct 2019 21:44 WIB

Red: Ratna Puspita

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo

Foto: Republika
Semua partai koalisi harus taat asas serta menjaga sikap dan tindakan yang etis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo mengingatkan partai politik koalisi harus menyukseskan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. Ia mengatakan Jokowi-Ma'ruf telah membentuk Kabinet Indonesia Maju untuk lima tahun ke depan.

Baca Juga

Karena itu, dia meminta semua partai koalisi untuk taat asas serta menjaga sikap dan tindakan yang etis sebagai partai koalisi pemerintahan. "Dengan demikian, tidak boleh seharusnya politik dua kaki itu dihindari oleh setiap partai koalisi pendukung pemerintah," kata Arif di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (31/10).

Ia mengatakan untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh yang memberikan sinyal bahwa partainya bisa saja berseberangan dengan sikap pemerintah. Menurut dia, kewajiban terpenting parpol koalisi adalah menjaga pemerintahan Jokowi-Ma'ruf agar sukses dan efektif menjalankan tugas pokok fungsi dan tangggung jawabnya untuk meningkatkan kemakmuran rakyat, kesejahteraan rakyat, dan menjalankan pembangunan untuk lima tahun mendatang.

Arif mengingatkan komitmen setiap parpol pendukung pemerintah sejak awal adalah tidak dalam rangka posisi tawar kepada Presiden karena komitmennya pada visi presiden yang sama dipahami dan disepakati sejak awal. "Oleh karena itu, seharusnya sudah tidak ada lagi proses tawar-menawar, namanya komitmen itu ada loyalitas dan kesetiaan," ujarnya.

Ia berpendapat mekanisme check and balances seharusnya bukan dijalankan oleh partai di dalam pemerintahan, melainkan di luar karena kritiknya lebih bersifat teknis daripada pokok-pokok kebijakan. Arif menilai otonomi masing-masing partai untuk menjalin komunikasi politik dengan partai lain namun harus tahu dan paham batas-batas terkait dengan substansi komunikasi.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA