Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Pembiayaan CIMB Niaga Syariah Tumbuh 29,1 Persen

Jumat 01 Nov 2019 05:20 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Segmen konsumer mendominasi pembiayaan CIMB Niaga Syariah dengan proporsi 41 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unit Usaha Syariah Bank CIMB Niaga mencatat total pembiayaan sebesar Rp 31,1 triliun per September 2019, naik 29,1 persen (yoy). Perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 26,6 triliun atau naik 21,1 persen (yoy).

Direktur CIMB Niaga Syariah, Pandji P Djajanegara menyampaikan segmen konsumer mendominasi pembiayaan dengan proporsi 41 persen. Sementara korporasi mencapai 36 persen, komersial dan UKM mencapai 23 persen, per September 2019.

Proporsi segmen korporasi terpantau menurun dari tahun 2018 sebesar 44 persen. Konsumer pada 2019 naik dari proporsi 36 persen pada 2018 (yoy). Begitu juga dengan komersil dan UKM sebesar 19 persen.

"Kenaikan di tingkat konsumer dimungkinkan terjadi hingga akhir tahun daripada di korporasi, memang siklus korporasi banyak penarikan di akhir tahun," kata Pandji pada Republika, Kamis (31/10).

Ia mengatakan belum bisa memberi prediksi secara tepat. Tapi kemungkinan korporasi diperkirakan mencapai 40 persen, komersial dan UKM sebesar 23 persen dan konsumer sebesar 37 persen.

Kualitas pembiayaan tetap dijaga dengan rasio pembiayaan bermasalah pada September 2019 sebesar 1,1 persen, naik tipis dari 1 persen (yoy). Sementara NPF turun dibandingkan Juni 2019 yang sebesar 1,2 persen.

"Kalau predikisi total financing di Desember 2019 tercapai tumbuh di 34,5 persen, rasanya NPF Desember 19 bisa balik lagi ke satu persen," katanya.

Tahun lalu, CIMB Niaga Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh 30 persen. Strateginya adalah dengan melakukan syariah first di semua lini bisnis. Yakni terlebih dahulu menawarkan produk syariah ke nasabah sebelum menawarkan produk konvensional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA