Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Arabian Street Food Banyuwangi, Bupati Anas: Alternatif Wisata Kuliner

Jumat 01 Nov 2019 05:42 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

.

.

Banyuwangi menyajikan sajian kuliner Timur Tengah bertemakan Arabian Street Food

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, membuka aneka sajian kuliner Timur Tengah yang bertemakan Arabian Street Food (Arasfo), Kamis (31/20/2019).

Pusat kuliner yang digelar di sepanjang Jalan Bangka, Kelurahan Lateng, Banyuwangi ini dibuka tiap Kamis sore, antara pukul 16.00 hingga 21.00.

"Ini menjadi alternatif wisata kuliner baru di Banyuwangi. Kita bisa menikmati aneka ragam makanan khas Timur Tengah tanpa perlu bingung-bingung lagi," kata Anas.

Dengan adanya Arasfo tersebut, melengkapi pasar wisata dengan segmentasi khusus yang kini dikembangkan di beberapa titik di Banyuwangi.

Seperti Pasar Wit-Witan di Alasmalang, Singojuruh yang menyajikan makanan khas Banyuwangi dan aneka pasar jajanan yang tersebar di berbagai desa.

"Ke depan perlu dikembangkan beragam pasar kuliner khusus lainnya, seperti sentra sea food dan lain sebagainya," terangnya.

Sajian yang tersedia di Arabian Street Food tidak kurang dari 126 menu yang terbagi dalam 29 lapak. Mulai dari makanan berat seperti nasi kebuli, mandhi, briyani, nasi rempah, nasi kichery, sate, kaldu, gulai hingga kambing guling.

Tidak ketinggalan juga tersedia aneka kudapan macam roti maryam, kebab, sambosa, basjia, shawarma, fatira, foul dan tamis.

Minuman ala negeri gurun itu pun juga tersedia. Seperti kopi Arab, naknak, pokak, kopi Turki, dan aneka ragam teh. Bercampur dengan sajian khas lainnya semacam madu, gandum dan kurma.

"Semua yang berjualan merupakan warga lokal Kampung Arab Banyuwangi. Ini untuk meningkatkan ekonomi warga," ujar Penasehat Arasfo, As’ad Muhammad Nagib.

Ia menjelaskan, jika para penjual yang ada terbagi dalam dua kategori. Ada yang merupakan penjual profesional yang buka tiap hari.

Juga terdiri dari para warga yang memang memiliki kemampuan menyajikan kuliner Timur Tengah, akan tetapi tidak membuka warung khusus.

"Perbandingannya, 40 persen yang punya warung khusus dan buka tiap hari. Sedangkan yang insedental dan hanya menerima pesenan sekitar 60 persen," terangnya.

Salah satu contoh penjual yang memiliki warung permanen adalah Dapoer Umma. Warung beralamat di Jalan Batur, 39 ini, menyajikan aneka makanan Arab setiap hari.

Begitu pula dengan Sejiwa Arabic Culiner di Jalan Bangka, 27. Sedangkan penjual insedental yang hanya menerima pesanan adalah Dapoer Mumtaz, Yamani dan beberapa stand lainnya.

Hamidah, owner dari Yamani, mengaku senang dengan adanya Arabian Street Food ini. Ia yang berasal dari Hadramaut ini, merasa bisnis yang digelutinya semakin ramai.

"Selama ini hanya menerima pesanan saja. Tak punya warung khusus. Semoga dengan ini (Arasfo) pelanggan saya semakin bertambah," harapnya.

Arasfo sendiri tidak hanya menyajikan kuliner. Akan tetapi, juga menampilkan beragam sisi tradisi Timur Tengah. Seperti musik dan tarian. Beragam kosmotik pun ada. Semacam henna, lulur, celak dan dupa aroma terapi. Hampir semua yang berbau Arab ada di sini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA