Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Kapolres Sebut Terduga Pencuri Mati di Wamena tak Ditembak

Kamis 31 Okt 2019 19:00 WIB

Red: Muhammad Hafil

Pencurian/Maling (Ilustrasi)

Pencurian/Maling (Ilustrasi)

Foto: pixabay
Polisi menduga terduga pencuri tewas dianiaya.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Swadaya, memastikan seorang pencuri yang mati saat dibawa ke RSUD Wamena, Rabu (30/10), bukan karena tertembak peluru dari senjata api polisi.

Swadaya mengatakan, korban berinisial BB sempat dikejar massa saat melakukan pencurian, sehingga diduga kuat korban dianiaya.

"Dia mencuri di suatu rumah, mencuri mesin serut kayu. Lalu dikejar sekitar 40 orang yang membawa alat tajam. Lukanya dari benda tajam. Tidak ada luka tembakan," katanya, Kamis (31/10).

Sebelumnya beredar foto di media sosial dengan keterangan bahwa BB mati karena ditembak aparat. Ia mengatakan pada saat korban dikejar massa, ada seorang anggota yang berusaha agar korban tidak dihakimi massa.

Baca Juga

"Saat dikejar massa,mereka dihentikan personel Brimob, dia buang tembakan sekali ke atas untuk menghalau massa agar tidak menghakimi korban," katanya.

BB dilaporkan terluka di dagu dan kuku-kuku kaki lepas karena diseret.
Swadaya mengatakan, BB meninggal dalam perjalanan saat diantar oleh dua warga ke RSUD Wamena."Setelah mengantar korban ke RSUD lalu pengantar lari karena mungkin takut menjadi saksi. Kemungkinan korban sempat diadili masyarakat," katanya.

Pengelola RSUD Wamena dan polisi tidak mengautopsi jenazah korban karena keluarga tidak mengizinkan.
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA