Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Ini Buntut Akibat Kericuhan di Stadion Gelora Bung Tomo

Kamis 31 Oct 2019 12:49 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Suporter Persebaya memasuki lapangan usai pertandingan Liga 1 2019 antara Persebaya dan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/10/2019).

Suporter Persebaya memasuki lapangan usai pertandingan Liga 1 2019 antara Persebaya dan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/10/2019).

Foto: Antara/Moch Asim
Yang paling dirugikan atas insiden tersebut adalah klub, yakni Persebaya Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Persebaya Surabaya, Wolfgang Pikal, memutuskan untuk melepaskan jabatannya setelah kekalahan 2-3 dari PSS Sleman, yang berujung dengan kemarahan para suporter Persebaya dengan melakukan pengrusakan dan pembakaran di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (29/10). Pernyataan tersebut disampaikan pelatih asal Austria itu melalui video yang diunggah pada akun Instagram resmi Persebaya.

"Saya mau bilang terima kasih untuk Persebaya. Saya mau bilang terima kasih untuk manajemen Persebaya dan pemain," kata Pikal dalam video tersebut, Rabu (30/10). "Hari ini 30 Oktober 2019 saya menyatakan mundur sebagai pelatih kepala Persebaya. Ini merupakan tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala. Ini risiko dari pekerjaan saya."

Selain pengunduran diri sang pelatih, insiden yang terjadi di stadion yang diproyeksikan menjadi venue Piala Dunia U-20 2021 itu juga mengundang rasa prihatin dari berbagai pihak.

Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Pasalnya, kata dia, kerusuhan yang dilakukan oleh para suporter akan menimbulkan kerugian besar.

Baca Juga

Gatot menyatakan, pada November nanti FIFA akan melakukan survei untuk menilai apakah stadion tersebut layak untuk menjadi venue Piala Dunia U-20 atau tidak. "Sangat disayangkan, meskipun kerusuhan tidak terjadi antarsuporter dan itu murni sebagai pengungkapan rasa kecewa suporter Persebaya," kata Gatot kepada Republika.co.id, Rabu (30/10).

Senada dengan itu, Kepala Hubungan Media PSSI, Gatot Widakdo mengatakan, atas kerusuhan tersebut Komite Disiplin PSSI masih menunggu laporan dari match commisioner. Namun dia mengingatkan bahwa sesungguhnya yang paling dirugikan atas insiden tersebut adalah klub, yakni Persebaya.

Menurut Gatot, suporter harus menyadari itu. Kendati demikian, ia mengatakan PSSI sangat menyayangkan peristiwa tersebut. "PSSI berharap ini tidak terulang lagi di daerah-daerah lain."

PSSI, kata Gatot, mesih menunggu laporan lengkap dari komisi pertandingan. "Nanti match commissioner akan memberikan laporannya kepada Komdis PSSI, baru nanti disidang kode disiplin mana yang dilanggar baru nanti sanksinya seperti apa," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA