Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Telkom Bukukan Pertumbuhan Laba Bersih 15,6 Persen

Kamis 31 Okt 2019 11:06 WIB

Red: Gita Amanda

Telkom

Telkom

Foto: Telkom Indonesia
Kuartal ketiga 2019 Telkom konsisten menunjukkan kinerja yang tetap sehat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang semakin baik hingga kuartal III/2019 ditandai dengan pendapatan sebesar Rp 102,6 triliun yang meningkat 3,5 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan laba bersih mencapai Rp 16,5 triliun atau naik 15,6 year on year (yoy). Sementara itu, EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) juga mengalami kenaikan sebesar 11,4 persen yoy menjadi Rp 50,0 triliun.

Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen mengatakan pada kuartal ketiga 2019 ini Telkom konsisten menunjukkan kinerja yang tetap sehat. Dengan pertumbuhan Pendapatan sebesar 3,5 persen yoy, Telkom memperoleh pertumbuhan laba bersih double digit hingga 15,6 persen. Tak hanya itu, Biaya Operasional Perseroan pun mengalami penurunan hingga 3,1 persen. Ini menggambarkan kinerja Perseroan yang semakin sehat dan profitable.

"Hal ini tidak lepas dari bisnis digital yang terus menunjukkan performansi positif, sejalan dengan fokus utama perusahaan dalam mengembangkan bisnis dan layanan digital ke depannya,” ujar Harry.

Harry menambahkan, pendapatan Data, Internet & IT Services terus tumbuh dan masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai kontribusi sebesar 59,1 persen dari total pendapatan Perseroan. Data, Internet & IT Services mencatat kenaikan pendapatan sebesar 17,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 60,6 triliun. Hal ini terutama didorong oleh perfomansi bisnis mobile digital broadband dan IndiHome yang terus meningkat.

Di tengah industri telekomunikasi yang kompetitif, Telkomsel selaku entitas anak usaha Telkom berhasil mencatat kinerja positif pada kuartal ketiga 2019 ini dengan membukukan Pendapatan sebesar Rp 68,3 triliun dengan EBITDA margin Telkomsel tercatat relatif stabil sebesar 53,8 persen.

Dari sisi operasional, Telkomsel mengalami kenaikan jumlah pelanggan menjadi 170,9 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 167,8 juta pelanggan, dengan 65,6 persen diantaranya atau sejumlah 112,1 juta merupakan pelanggan data. Hal ini membuat trafik data pun meningkat 55,2 persen menjadi 4.673 petabyte.

Untuk terus mempertahankan posisi dalam penyediaan jaringan hingga di luar Jawa dan mendukung pengembangan bisnis digital, Telkomsel telah menambah sebanyak 20.829 BTS yang seluruhnya berbasis 4G selama tahun 2019. Dengan demikian, jumlah BTS Telkomsel hingga saat ini telah mencapai 209.910 unit atau tumbuh 14,5 persen dari kuartal III/2018, dimana 76 persen diantaranya adalah BTS 3G/4G.

Sementara itu, layanan IndiHome menunjukkan kinerja yang semakin kuat baik secara finansial maupun operasional, berkat peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan, konten yang bervariasi serta program marketing yang menarik. Pendapatan IndiHome meningkat 52,1 persen yoy menjadi Rp 13,7 triliun. Dari sisi operasional, dengan tambahan 1,4 juta pelanggan baru selama 2019, total pelanggan IndiHome pada akhir September 2019 menjadi 6,5 juta atau tumbuh 38,3 persen yoy.

Belanja modal Perseroan hingga kuartal III/2019 ini mencapai Rp 22,2 triliun atau 21,6 persen dari total pendapatan. Belanja modal tersebut dialokasikan terutama untuk pengembangan jaringan dan infrastruktur, baik mobile broadband dan fixed broadband.

Pada bisnis mobile broadband, belanja modal diperuntukkan bagi peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta peningkatan sistem IT. Sedangkan pada bisnis fixed broadband, belanja modal tersebut digunakan untuk membangun jaringan akses dan infrastruktur backbone berbasis fiber optic untuk mendukung bisnis mobile dan fixed broadband. Sebagian belanja modal juga digunakan untuk pengembangan proyek lain, seperti menara telekomunikasi.

Belum lama ini, Telkom melalui anak usaha Mitratel menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 2.100 menara telekomunikasi milik Indosat Ooredoo. Hal ini merupakan strategi bisnis jangka panjang untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi mengingat potensi yang dimiliki oleh menara telekomunikasi ke depannya.
“Dengan kinerja yang terus tumbuh hingga kuartal ke-tiga, kami optimistis dapat menutup tahun 2019 ini dengan kinerja yang lebih baik dengan pertumbuhan yang kian sehat melalui fokus pada lini bisnis yang stabil dan profitable,” tutup Harry.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA