Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Kali Ke-12, UMM Raih Anugerah Kampus Unggul

Rabu 30 Oct 2019 19:40 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang

Foto: .
UMM terus berupaya meningkatkan kualitas dalam semua aspek.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih Anugerah Kampus Unggul (AKU) ke-12 kalinya secara berturut-turut. Penghargaan ini diterima langsung oleh Rektor UMM, Fauzan di Singhasari Resort Batu, Rabu (30/10).

Fauzan mengaku sangat bersyukur atas raihan AKU yang diperoleh UMM. Dia juga mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh civitas akademika yang telah bekerja keras hingga mampu mempertahankan anugerah tersebut. "Raihan gemilang Kampus Putih ini tentu tak terlepas dari kontribusi semua bidang," kata Fauzan.

Menurut Fauzan, capaian UMM ini merupakan wujud pengakuan dari pemerintah terhadap perguruan tinggi. UMM dalam hal ini dianggap telah sungguh-sungguh melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pada dasarnya, Fauzan menilai, tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hal mudah dilakukan. Sebab, regulasi di bidang pendidikan tinggi mematok standarisasi yang kian tinggi. Hal ini terlihat bagaimana BAN PT menggunakan sembilan kriteria di bidang akreditasi.

Melihat kondisi tersebut, Fauzan menegaskan, UMM terus berupaya meningkatkan kualitas dalam semua aspek. Hal ini termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki serta kegiatan kemahasiswaan. "UMM juga terus memperkuat kepranataan dan kelembagaan penjaminan mutu yang menjamin kepastian pelaksanaan siklus penjaminan mutu," ujar dia.

Usaha lainnya, UMM menegaskan akan mengupayakan rekognisi internasional. Capaian ini terlihat bagaimana beberapa program studi UMM telah memperoleh sertifikasi AUN QA. Bahkan, beberapa di antaranya telah berhasil memiliki sertifikasi internasional lain.

Selain itu, UMM juga akan berusaha memperkuat aktivitas pendidikan dengan memberikan tambahan kompetensi. Salah satunya dengan kepemilikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dari lembaga ini, mahasiswa UMM mendapatkan sertifikasi kompetensi dalam skema tertentu.

Di kesempatan serupa, Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Profesor Suprapto menyatakan,  tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin berat. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut melaksanakan Tri Dharma khususnya pembelajaran yang bermutu. "Tapi kampus juga diminta untuk terus melakukan perbaikan," katanya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA