Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Nadiem Makariem dan Ujian Politik Milenial

Rabu 30 Oct 2019 16:38 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Ketua Bidang Politik * Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Muktamar Umakaapa

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Ketua Bidang Politik * Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Muktamar Umakaapa

Foto: dok. Pribadi
Visi dan misi Nadiem menjadi mendikbud akan direkam sebagai wakil generasi milenial.

Percobaan Politik
Penunjukan Nadiem Makariem sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan marilah kita anggap sebagai political exercise yang dilakukan oleh presiden Jokowi. Sebagaimana lazimnya percobaan, maka terdapat dua kemungkinan yang bakal terjadi, apakah percobaan ini akan berhasil ataukah percobaan ini justru berakhir gagal. Hal ini akan bergantung pada perubahan apa saja yang dilakukan oleh Nadiem Makariem sebagai nahkoda.

Satu hal yang patut untuk diperhatikan, Nadiem adalah ujian politik terhadap kelompok milenial di Indonesia. Setiap keberhasilannya akan menjadi kiprah keberhasilan politik bagi generasi milenial Indonesia. Sebaliknya, apabila Nadiem gagal, maka sepanjang waktu kegagalan ini akan dicatat oleh masyarakat sebagai kekalahan politik dari generasi muda Indonesia.

Bagaimanapun, Nadiem adalah wakil politik generasi muda yang dipercaya oleh Presiden Jokowi. Visi misi dan pikirannya akan direkam oleh publik sebagai keterwakilan dari generasi milenial. Seluruh tindakannya akan dituntut untuk menjawab keraguan publik bahwa dirinya adalah orang yang memang tepat untuk posisi tersebut.

Nadiem mestinya berada dalam posisi untuk meyakinkan kepada publik bahwa sektor pendidikan bukanlah tempat ajang melakukan percobaan. Nadiem harus sebisa mungkim menepis prasangka negatif publik bahwa milenial tidak hanya mengerti dengan dunia digital dan modernisasi, tetapi juga mampu merumuskan langkah maju dalam dunia pendidikan.

Karena pendidkkan adalah investasi jangka panjang. Kegagalan mengelola pendidikan akan berdampak panjang terhadap sumber daya manusia Indonesia puluhan tahun kedepan. Kegagalan mengatur ulang pendidikan dapat berimplikasi terhadap jutaan nasib masa depan generasi muda di Indonesia.

Karenanya, apabila tugas ini dapat diselesaikan dengan tuntas dan baik, maka itu sama berarti, Nadiem telah melewati ujian politik ini dengan benar. Sosok Nadiem akan dikenang sebagai menteri dengan legasi dan kebijakan positifnya. Di waktu yang bersamaan dia akan selalu dikenang sebagai milenial yang telah berhasil melulusi ujian kematangan politik sebagai pejabat publik.

Nadiem bisa menyerupai menteri muda lainnya seperti Klajda Gjosha Menteri Integrasi Eropa di Albania, Nadiem bisa melampaui prestasi yang dibuat oleh Anupriya Patel Menteri Kesehatan di India, Nadiem bisa mengikuti jejak keberhasilan yang dilakukan oleh Simon Harris –menteri kesehatan di Irlandia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA