Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Polda Jatim Tangkap DPO Kasus Prostitusi Putri Pariwisata

Rabu 30 Oct 2019 09:42 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Prostitusi online.    (ilustrasi)

Prostitusi online. (ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah
Polisi menangkap DPO kasus Prostitusi di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap muncikari berinisial S yang sebemulnya ditetaplan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus prostitusi menyeret finalis Putri Pariwisata tahun 2016, PA. Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan menyatakan, pihaknya masih akan terus mengembangkan kasus pelacuran tersebut.

Baca Juga

"Saya sudah dapat laporan dari penyidik dari Dirkrimum bahwa betul ada penangkapan terkait dengan prostitusi dan kami waktu itu perintahkan coba dikembangkan dan sampai sejauh mana. Saya dapat laporan tadi pagi inisial S sudah ketangkap," kata Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (30/10).

Luki mengungkapkan, yang bersangkutan ditangkap di Kuningan, Jakarta Selatan, dan langsung diboyong ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. "Inisial S sudah ketangkap ini dari Jakarta. Ditangkapnya di Jakarta," ujar Luki.

Luki pun memerintahkan penyidik untuk melakukan digital forensik terhadap alat komunikasi muncikari S. Tujuannya untuk membongkar seberapa besar jaringan prostitusi ini. Digital forensik juga dimaksudkan untuk menelisik seberapa banyak artis-artis yang terlibat.

"Kami perintahkan lagi untuk membongkar digital forensiknya karena kita dapat laporan baru sepintas bahwa orang-orang yang dulu ada di kelompok yang pernah kami ungkap sebelumnya," ujar Luki.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Jawa Timur menetapkan muncikari berinisial S sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus prostitusi menyeret finalis Putri Pariwisata tahun 2016, PA. Muncikari S masih satu jaringan dengan muncikari J yang sudah lebih dulu ditetapkan tersangka. Artinya sudah dua muncikari yang ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA