Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Keluarga Korban JT 610 Serahkan Semuanya ke Kuasa Hukum

Rabu 30 Oct 2019 02:30 WIB

Rep: Rahayu Subekti / Red: Friska Yolanda

Pesawat Boeing 737 MAX 8 tengah uji terbang di lapangan udara Seattle, Amerika Serikat.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 tengah uji terbang di lapangan udara Seattle, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Keluarga korban mengharapkan ada langkah hukum lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Genap satu tahun kecelakaan pesawat Lion Air nomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang pada 29 Oktober 2018. Saat ini, keluarga korban kecelakaan tersebut hanya menyerahkan semuanya ke kuasa hukum untuk mendapatkan haknya. 

Baca Juga

"Dengan Boeing saya enggak terlalu mau banyak komentar karena Boeing pun memberikan pernyataan maafnya dan akan segera mendistribusikan semacam santunan buat para ahli waris," kata Anton Sahadi keluarga dari Almarhum Muhammad Rafi Ardian (24) dan Rian Ariandi (24) kepada Republika.co.id, Selasa (29/10). 

Meskipun begitu, Anton mengakui pada dasarnya keluarga korban mengharapkan ada langkah hukum lainnya yang bisa dilakukan kepada Boeing. Hanya saja, Anton menegaskan ahli waris sudah mempercayakan semua hal tersebut kepada kuasa hukum yang tengah mengupaykan di Amerika Serikat. 

"Saya atau ahli waris kami tidak bisa banyak komentar banyak karena takut menggangu proses yang sedang berjalan. Takutnya statement kita menggangu upaya-upaya mereka (kuasa hukum) di sana (Amerika Serikat)," jelas Anton. 

Jika dipandang perlu, lanjut Anton, maka kuasa hukum keluarga korban akan melakukan upaya hukum lainnya kepada Boeing. Hanya saja, Anton menuturkan langkah tersebut uga harus sesuai dengan konfirmasi dari para ahli waris. 

Sementara itu, Anton menuturkan harapan kepada Lion Air juga paling tidak bisa merealisasikan janjinya. "Kami hanya menagih saja dalam arti kewajiban mereka yang sudah diungkapkan terhintung Desember 2018, dia akan menyelesaikan semua," ungkap Anton. 

Menurutnya, kewajiban Lion Air masih sangat dinanti oleh para keluarga korban. Baik dari sisi kerugian dan termasuk juga pembuatan tugu untuk mengenang kejadian tersebut di Tanjung Pakis. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA