Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tonggak Peradaban adalah Pemuda yang Berkualitas

Selasa 29 Oct 2019 18:38 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Anak-anak belajar mengaji Alquran.  (ilustrasi)

Anak-anak belajar mengaji Alquran. (ilustrasi)

Foto: Republika/JYasin Habibi
Pemuda tonggak peradaban dicetak dengan iman jadi generasi Islami berakhlak mulia

Jumlah penduduk Muslim Indonesia pada 2060 itu akan berada di angka antara 414 juta hingga 436 juta. Lihat loncatan ini menjadi dua kali lipat dalam tempo 40 tahun lagi. 

Ditarik ke belakang pun saat usia kemerdekaan Indonesia 100 tahun pada tahun 2045, penduduk negeri ini pun menurut perkiraan kepala Bappenas akan mencapai 318,9 juta

Dikutip dari Republika.co.id, jika tidak ada malapetaka yang dahsyat, seperti tsunami, gempa bumi, letusan gunung yang dapat membunuh sebagian penduduk, angka-angka statistik kasar di atas bisa dijadikan pedoman dalam mengukur ledakan demografi Muslim itu.

Sebagai muslim kita tentu merasa bahagia jika jumlah kita terus bertambah. Namun kita juga harus paham bahwa apalah arti sebagai mayoritas jika kaum muslimin tidak berkualitas. Yang ada, kita hanya seperti buih di lautan. Jumlahnya banyak, namun tiada guna. 

Sudah seharusnya umat Islam, mencontoh bagaimana Rasulullah mencetak para sahabat yang kuat fisik maupun pemikirannya. Tak heran jika di bawah kepemimpinan beliau, Islam berjaya memimpin peradaban dunia. Sehingga mampu memberikan kesejahteraan dan rahmat bagi seluruh umat di seluruh dunia.

Saat ini, dengan semangat dari sumpah pemuda yang selalu diikrarkan kembali setiap tanggal 28 Oktober. Sudah selayaknya pemuda berubah. Tak lagi terbuai dengan kesenangan dunia, pacaran, game dan sebagainya. Yang justru menjauhkan pemuda dari makna berkualitas.

Pemuda sebagai tonggak peradaban, harus dicetak dengan iman menjadi generasi Islami berakhlak mulia, berwawasan luas dan bertakwa. Dengan begitu pemuda tidak hanya bertambah kuantitasnya, namun juga berkualitas.

Oleh karena itu hendaklah dipupuk kesadaran akan kewajiban melakukan amar ma'ruf nahyi munkar di tubuh kaum muslimin agar dapat saling mengingatkan demi kebenaran terutama dikalangan para pemuda.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : 

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung" ( Qs. Ali Imran 104 ).

Pengirim: Nusaibah Al Khanza, Pemerhati Masalah Sosial dari Malang-Jawa Timur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA