Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Wali Kota Malang Tekankan Higienitas Produk UMKM

Selasa 29 Oct 2019 17:26 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Wali Kota Malang Sutiaji bergegas meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Wali Kota Malang Sutiaji bergegas meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Foto: Antara/Reno Esnir
Selain kebersihan, aspek ini juga dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik produk.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Wali Kota Malang, Sutiaji menekankan pentingnya higienitas pada produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain kebersihan, aspek ini juga dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik produk.

Sutiaji sebelumnya mendapatkan kunjungan dari Asosiasi Marketing Produk UKM Hebat (AMPUH). Lembaga ini telah berhasil memasarkan 125 UMKM di Jawa Timur (Jatim) termasuk Kota Malang. "Dan itu (125 UMKM) harus ada penekanan higienitas dari UMKM harus tetap dijaga. Karena, terkadang teman-teman UMKM agak sembrono," jelas Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Malang, Selasa (29/10).

Selain itu, AMPUH juga memohon sinergitas dengan Pemkot Malang dalam hal pendanaan. Kemudian juga dalam hal penjualan dan penitipan produk di ritel-ritel modern. Lembaga tersebut meminta agar penitipan barang di ritel modern tidak terlalu lama sehingga perputaran modal UMKM berjalan lancar.

Baca Juga

"Jadi kalau bisa 1,5 bulan. Kalau dia membayar ke UMKM itu satu bulan. Kalau dititipkan tidak lama-lama, sehingga perputaran dari UMKM itu bisa kuat," jelasnya.

Di kesempatan serupa, Ketua DPP AMPUH Jawa Timur, Evita Handayani mengatakan, terdapat banyak hal yang akan disinergikan antara pihaknya dengan Pemkot Malang. Satu di antaranya mendampingi pelatihan kemasan para UMKM. Kemudian sertifikasi, standarisasi, masalah kehalalan dan sebagainya.

Evita mengaku, baru 40 persen produk UMKM-nya yang telah bersertifikasi halal. Oleh sebab itu, dia menggenjot agar seluruhnya dapat mencapai target tersebut. Hal ini setidaknya dapat dilakukan secara bertahap dalam lima tahun ke depan. "Dan kita perlu sertifikat halal, agar bisa lebih menjual," tambahnya.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA