Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Jepang dan Korsel Bantah Laporan Rencana Ekonomi Gabungan

Selasa 29 Oct 2019 10:25 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Seorang perempuan mengambil gambar patung seorang gadis yang melambangkan korban budak seks Jepang saat PD II di depan Kedubes Jepang di Seoul, Korsel, Selasa, 29 Desember 2015.

Seorang perempuan mengambil gambar patung seorang gadis yang melambangkan korban budak seks Jepang saat PD II di depan Kedubes Jepang di Seoul, Korsel, Selasa, 29 Desember 2015.

Foto: AP Photo/Lee Jin-man
Hubungan kedua negara memburuk atas sejarah kolonial Jepang di Semenanjung Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang dan Korea Selatan (Korsel) membantah laporan media yang mengatakan kedua pemerintahan sedang mempelajari rencana program ekonomi gabungan. Sebuah rencana yang bertujuan menurunkan ketegangan atas isu kerja paksa selama masa kolonial.

Surat kabar Jepang Kyodo melaporkan, Korsel dan Jepang mempertimbangkan program yang melibatkan perusahaan dari kedua negara. Tapi pemerintah Jepang tidak akan menyediakan dana yang sesuai dengan posisi mereka dalam isu kerja paksa.

Jepang bersikeras isu kerja paksa sudah selesai dalam perjanjian 1965. Kepala Staf Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan laporan itu tidak benar. Kementerian Luar Negeri Korsel juga membantah laporan tersebut.

"Saat tetap menghormati keputusan hakim, pemerintah (Korsel) terbuka untuk menemukan cara yang masuk akal yang dapat diterima korban dan rakyat dari kedua negara dan terus berkomunikasi dengan otoritas diplomatik Jepang," kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam pernyataan mereka, Selasa (29/10).

Suga menolak berkomentar tentang apakah gagasan program tersebut ada dalam surat yang diberikan Presiden Korsel Moon Jae-in pada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pekan lalu. Hubungan Korsel-Jepang memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Mahkamah Agung Korsel memutuskan perusahaan Jepang harus membayar kompensasi kerja paksa selama masa kolonial pada 1910 sampai 1945. Hubungan kedua negara memburuk atas sejarah kolonial Jepang di Semenanjung Korea.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA