Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Periode Kedua, Pemerintah Diminta Lebih Perhatikan Fintech

Selasa 29 Oct 2019 00:54 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Fintech ( Financial Technology)

Ilustrasi Fintech ( Financial Technology)

Foto: Republika/Mardiah
Fintech dinilai berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin diminta untuk memberikan perhatian lebih ke industri financial technology (fintech). Sebab, fintech dinilai berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Fintech itu berperan dalam pertumbuhan ekonomi dengan memobilisasi dana masyarakat," ujar kepala ekonom Tanamduit, Ferry Latuhihin, Senin (28/10) lalu.

Untuk itu, menurut Ferry, pemerintahan kali ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri fintech. Salah satunya dengan turut serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat fintech.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu regulator yang ditunjuk mengawasi fintech diminta menyosialisasikan ke masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi. Fintech merupakan instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk memperdalam keuangan.

Namun, Ferry melihat masih banyak masyarakat yang enggan untuk berinvestasi karena takut terjebak investasi bodong. Oleh karenanya, Ferry juga menekankan agar regulator betul betul ketat dalam memberikan izin terhadap fintech.

Direktur Tanamduit, Muhammad Hanif, mengatakan sosialisasi yang juga diperlukan yaitu terkait kemudahan dalam berinvestasi. Untuk pembukaan rekening investasi, saat ini orang tidak perlu lagi harus bertatap muka. Semuanya bisa dilakukan secara online.

Sementara dari sisi produk, harga pembeliannya juga sangat terjangkau mulai Rp 10 ribu seperti di reksa dana. "Itu kemajuannya luar biasa, yang tadinya harus datang ke tempat, dengan adanya fintech cukup di rumah, prosesnya juga gampang dan bertransaksi juga gampang," tutur Hanif.

Menurut Hanif, permasalahan utama yang dihadapi pemerintah saat ini yaitu terkait edukasi. Sebab, banyak orang yang belum mengerti berinvestasi. Selain itu, pemerintah juga bertanggung jawab terhadap perlindungan konsumen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA