Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Tips dari Butet untuk Peserta Audisi Beasiswa Bulu Tangkis

Senin 28 Oct 2019 23:30 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Bayu Hermawan

Mantan atlet bulutangkis nasional, Liliyana Natsir

Mantan atlet bulutangkis nasional, Liliyana Natsir

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Lilyana Natsir memberikan pesan dan tips untuk peserta audisi beasiswa bulu tangkis.

REPUBLIKA.CO.ID, KARANGANYAR -- Eks pebulu tangkis putri Indonesia, Lillyana Natsir memberikan pesan khusus kepada para peserta Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 Solo Raya yang berlangsung di GOR RM Said, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (28/10). Ia menilai pentingnya semangat dan tekad besar untuk bisa menjadi seorang atlet profesional.

"Menang atau kalah itu hal biasa, terpenting kita jangan perna putus asa," tegas wanita yang akrab disapa Butet saat memberikan motivasi di hadapan peserta, Kamis (28/10).

Butet menyebut kegagalan merupakan suatu tantangan bagi para atlet untuk tetap terus meningkatkan kemampuannya baik secara mentalitas, kedisiplinan, dan kondisi fisik.

Wanita berusia 34 tahun itu menggambarkan bagaimana perjuangan Kevin Sanjaya, Marcus Fernaldi Gideon, dan para senior lainnya yang saat ini telah meraih kesuksesan dalam bidang olahraga bulutangkis.

"Kegigihan yang ditunjukan seperti Kak Kevin (Sanjaya), ikut audisi gagal. Terus ikut audisi kedua baru diterima. Jadi jika belum lolos, kecewa boleh, tetapi jangan terlalu berlarut-larut. Harus dan wajib latihan agar terus meningkat," sambung mantan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad.

Adapun, Butet kali ini masuk dalam salah satu tim pencari bakat PB Djarum untuk audisi di Solo Raya. Ia pun berharap bisa mendapat pemain potensial yang selanjutnya bersaing pada audisi final di Kudusu bulan November mendatang.

Dalam tatap muka dengan peserta dan orang tua peserta audisi, Liliyana Natsir menanggapi pertanyaan tentang membangkitkan gairah anak untuk bermain bulutangkis. Pemain yang sudah empat kali menjadi juara dunia meski dengan tandem yang berbeda itu bercerita tahapan yang dilakukan.

"Kalau anak-anak sekarang, orang tua atau pelatih harus menerapkan sistem semacam tarik ulur, yang penting si anak senang dulu. Kalau kita "siksa" dulu, nanti malah enggak mau anaknya. Nanti, kalau sudah sekitar umur 10-11 tahun, itu baru mulai siap serius. Karena usia 11 saja ada yang sudah di asrama PB Djarum."

Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 - Solo Raya diikuti 863 atlet dan seleksi dilaksanakan tiga hari sejak 27 November hingga 29 November. Terdapat 12 super tiket yang siapkan untuk menjalani audisi final di Kudus guna menentukan peraih beasiswa PB Djarum.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA