Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Batik Air Bidik Penerbangan Umrah, Garuda Harus Waspada

Senin 28 Oct 2019 19:19 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Petugas memeriksa pesawat Batik Air Malaysia yang gagal lepas landas karena keluar landasan pacu, di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (20/6).

Petugas memeriksa pesawat Batik Air Malaysia yang gagal lepas landas karena keluar landasan pacu, di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (20/6).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Dengan membidik pasar umrah, Batik Air sudah tidak saatnya bermain di rute domestik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Batik Air mulai hari ini mengoperasikan satu pesawat barunya bertipe Airbus 330-330 CEO dengan nomor registrasi PK-LDY yang rencananya akan digunakan untuk membidik pasar penerbangan umrah. Dengan memiliki kapasitas yang lebih besar, pengamat penerbangan Indonesia Aviation Center Arista Atmadjati mengatakan pesaingnya yaitu Garuda Indonesia harus waspada.

“Garuda sendiri sebagai maskapai yang konsepnya sama (dengan Batik Air) yakni full service, artinya sekarang ada ancaman serius,” kata Arista kepada Republika.co.id, Senin (18/10).

Dengan membidik pasar penerbangan umrah, Arista menilai sudah saatnya Batik Air tak lagi main kandang dengan membuka penerbangan domestik saja. Sebab, kata Arista, sangat rugi untuk Batik Air jika sudah mendatangkan Airbus 330-300 CEO namun hanya untuk penerbangan domestik.

Baca Juga

“Kalau sudah mendatangkan pesawat berkapasitas besar, sewa dari Airbuss kan biayanya tinggi, bayarnya pakai dolar, dia harus cari uangnya juga dolar juga,” tutur Arista.

Terlebih, menurut Arista, penerbangan umrah dan haji sumbernya sangat banyak di Insonesia bahkan tak habis-habis. Arista mengatakan khusus penerbangan umrah saja bisa mencapai satu juta jamaah dalam satu tahunnya untuk saat ini.

“Itu (jamaah umrah mencapai satu juta orang per tahun) memang kompetisinya berat. Semua maskapai main umrah, Garuda Indonesia, Saudi, Lion Air juga main umrah. Maskapai yang kuat Qatar itu Emirat,” jelas Arista.

Untuk itu, agar Batik Air dapat bersaing, Arista mengatakan harus mengemas produk penerbangan unrah semenarik mungkin. Baik dari pelayanan hingga mendetil soal makanan yang ditawarkan.

Pesawat Airbus 330-300 CEO mampu melayani berbagai sektor pasar, mulai dari penerbangan 60 menit hingga penerbangan yang membutuhkan waktu 15 jam. Dengan begitu, pesawat tersebut dapat melayani penerbangan jarak jauh tanpa mengesampingkan operasional.

Rencananya, Batik Air akan mengoperasikan pesawat tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan rute serta jaringan internasional. Beberapa diantaranya untuk penerbangan umrah yang direncanakan akan diterbangkan dari Medan, Jakarta, Solo, dan Makassar ke Madinah dan Jeddah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA