Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Menjalin Ukhuwah hingga ke Surga

Senin 28 Oct 2019 17:47 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pengajian Majelis Taklim (ilustrasi).

Pengajian Majelis Taklim (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ukhuwah yang dilandasi iman Islam akan kekal hingga akhirat dan tak mudah terpecah

Pada Ahad 27 Oktober 2019 Pengajian Keluarga Sakinah Yogyakarta kembali menggelar acara rutin bulanan yang bertempat di di Aula Mesjid Diponegoro Kompleks Balai Kota Jogjakarta acara yang bertema "Merajut Ukhuwah Until Jannah".Pengajian sebagai bentuk upaya kembali mengingat dan meneladani Rasulullah SAW ketika mempersatukan dua kaum yang berselisih yaitu Muhajirin dan Ansar.

Saat itu ikatan yang dibangun keduanya oleh Rasulullah SAW adalah ikatan aqidah yang menunjukan umat islam bersaudara bukan karena suku, kepentingan maupun golongan. Acara ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peristiwa perselisihan ataupun kericuhan yang terjadi di negeri ini khususnya di wilayah Jogjakarta.

Belum lama ini kericuhan suporter sepakbola pada minggu lalu di Stadion Mandala Krida (21/10/2019) peritiwa dipicu kekalahan dan kekecewaan suporter yang mengakibatkan mobil polisi hangus dibakar Massa.

Acara yang dipandu oleh Bunda Upik Lestari S,si sebagai aktivis Muslimah juga  mengingatkan tentang pentingnya mengucapkan kata cinta dengan sesama muslimah dengan mengucapkan “Uhibukunna fillah “ yang berarti kami mencintamu Karena Alloh, yang sekaligus menjadi jargon yel–yel untuk memberikan semangat kepada peserta acara yang datang dari berbagai wilayah disekitar Jogjakarta yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari ibu muda, mahasiswi dan terlihat juga ibu lansia yang seolah tak mau kalah semangat menyimak pemaparan materi dari  Ustadzah Reni Dwi Astuti, MT.

Pemateri memaparkan ikatan yang tidak dilandasi oleh ikatan aqidah Islam akan rentan terjadi perpecahan karena lebih mementingkan golongan atau kelompok tertentu. Adapun  tingkatan bersaudara paling tinggi adalah ikatan yang dilandaskan karena iman kepada Allah SWT yang senantiasa kekal sampai akhirat dan tidak akan mudah terpecah belah. Akan tetapi jika suatu kelompok menghadapi perselisihan tentang suatu hal hendaknya mereka kembali kepada Al–Qur’an dan AS sunnah sebagai tuntunan yang sekligus sebagai pedoman kesatuan saat ada upaya pemecah belah umat.

Sebagau penutup materi ustadzah Reni yang berprofesi sebagai dosen di salah satu Universitas swasta diJogjakarta juga menyampaikan sebagai sesama muslim seharusnya kita mampu merajut ukhuwah hingga kesurga. Hal ini karena kelak siapa saja yang tidak menemukan sahabat–sahabat mereka yang selalu bersama-sama saat dulu didunia maka panggilah mereka untuk bersama- sama dalam ketaatan pada Alloh Swt.

Walalahu’alam bisawab...

Pengirim: Susi Susanti, Ssi

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA