Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

PLN Pasok Listrik 10 Destinasi Pariwisata Prioritas

Senin 28 Oct 2019 14:36 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang. Pemerintah menetapkan sejumlah destinasi wisata prioritas, salah satunya Candi Borobudur di Magelang.

Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang. Pemerintah menetapkan sejumlah destinasi wisata prioritas, salah satunya Candi Borobudur di Magelang.

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
PLN juga memasok kebutuhan listrik untuk 11 pelabuhan laut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PLN siap memasok listrik untuk 10 (sepuluh) Destinasi Pariwisata Prioritas dan 11 wilayah Shore Connection. Kebutuhan pasokan listrik untuk 10 destinasi wisata prioritas dan 11 wilayah Shore Connection ini dituangkan melalui penandatanganan 3 (tiga) Memorandum of Understanding (MoU) dalam perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke 74 yaitu dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Pelindo III.

“Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke 91 serta dalam perayaan Hari Listrik Nasional ke 74, penandatanganan MoU ini kita laksanakan atas dasar prinsip kebersamaan saling menghormati dan menguntungkan baik dari sisi potensi maupun nilai strategis.” Kata Sripeni di kantor PLN, Senin (28/10).

MoU pertama adalah dengan Kemenpar untuk penyediaan Infrastruktur listrik destinasi pariwisata prioritas, PLN berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik total sebesar 241.000 kVA, dimana 10 (sepuluh) Destinasi Pariwisata Prioritas tersebut terdiri dari:
1. Danau Toba, Sumatera Utara,
2. Tanjung Kelayang, Bangka Belitung,
3. Tanjung Lesung, Banten,
4. Kepulauan Seribu, Jakarta Raya,
5. Borobudur, Jawa Tengah,
6. Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur,
7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB)
8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT),
9. Wakatobi, Sulawesi Tenggara,
10. Morotai, Maluku Utara,

Sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas tersebut juga merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang disampaikan melalui surat Sekretariat Kabinet Nomor: B652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 06 November 2015 perihal Arahan Presiden RI mengenai Pariwisata, dan Arahan Presiden pada Sidang Kabinet Awal Tahun pada tanggal 04 Januari 2016. Dengan mendukung kebutuhan listrik pariwisata prioritas, perekonomian ke-10 daerah tersebut dapat tumbuh lebih cepat sehingga pada akhirnya menopang peningkatan jumlah wisatawan baik asing maupun lokal.

MoU kedua berisi komitmen PLN dalam memasok tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di 11 (sebelas) lokasi Pelabuhan/Terminal Pelindo III guna mendukung kegiatan operasional pelabuhan, dengan pasokan Tegangan Menengah 20 kV (dua puluh kilo volt) dan total daya sebesar 29.892 kVA.

Adapun ke 11 pelabuhan tersebut diantaranya adalah Bagendang Sampit, Kumai, Batulicin, dan pelabuhan Banjarmasin di Kalselteng, Tenau Kupang dan Maumere di NTT, Lembar di NTB, Tanjung Intan dan Tanjung Emas di DJTY, TPS dan Semen Tuban di Jawa Timur.

Sementara MoU ketiga dengan Pelindo III adalah tentang sinergi kerja sama bidang energi, logistik, kepelabuhanan dan pemanfaatan lahan idle.

Diharapkan melalui kerjasama ini akan terjalin kemitraan dan terwujud sinergi usaha dengan prinsip saling menguntungkan dalam pengembangan dan peningkatan kegiatan dan program kerja, serta terjalinnya hubungan baik jangka panjang antara PLN dengan Kemenpar serta PLN dengan Pelindo III.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA