Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Bukit Asam akan Akuisisi Tambang di Luar Sumatra

Senin 28 Oct 2019 14:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

  Aktivitas tambang Batu bara PT Bukit Asam (PTBA) Tbk di lokasi Unit Pertambangan Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).   (Republika/Maspril Aries(

Aktivitas tambang Batu bara PT Bukit Asam (PTBA) Tbk di lokasi Unit Pertambangan Tanjung Enim, Sumatera Selatan (Sumsel). (Republika/Maspril Aries(

Tambang Bukit Asam di Sumatra memiliki cadangan batu bara sekitar 3 miliar ton.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukit Asam Tbk berencana melakukan akuisisi tambang di luar Sumatra. Akuisisi tersebut akan dilakukan secara selektif dengan memperimbangkan sisi kemudahan transportasi logistik.

"Kita memang ada rencana untuk melakukan akuisisi, tapi kita lakukan dengan selektif dan di luar lokasi yang kita miliki saat ini," ujar Direktur Utama Bukit Asam, Avriyan Arifin di Jakarta, Senin (28/10).

Dia menjelaskan, kendati tambang-tambang milik Bukit Asam di Sumatera memiliki cadangan batu bara sekitar tiga miliar ton, terdapat permasalahan logistik di Pulau tersebut yang menggunakan moda transportasi kereta api dengan biaya angkut yang relatif lebih mahal.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa tambang Bukit Asam ini berada di tengah pulau yang moda transportasinya dengan kereta api yang biaya angkutnya relatif lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi lain seperti kapal tongkang, dan sebagainya yang melalui sungai," kata Avriyan Arifin dalam konferensi pers.

Dengan demikian, kalaupun harus menambah area konsesi, Bukit Asam harus memilih lokasi yang angkutan logistiknya mudah agar tidak bergantung atau keluar dari moda transportasi logistik kereta api. "Kalau kita mau akuisisi tambang baru tentunya di luar Sumatera dan tidak ada masalah dengan logistik lagi," ujar Direktur Utama Bukit Asam tersebut.

Hingga September 2019, Bukit Asam mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp10,5 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 13 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 9,4 triliun.

Biaya angkutan kereta api menjadi salah satu komposisi dan kenaikan terbesar yang terjadi pada beban pokok penjualan Bukit Asam selama triwulan ketiga, seiring dengan peningkatan volume angkutan batu bara.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA