Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

DKI Berharap Jakarta Marathon Jadi Wisata Olahraga

Senin 28 Okt 2019 13:47 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ajang Jakarta Marathon 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (27/10).

Ajang Jakarta Marathon 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (27/10).

Foto: Republika/Ani Nursalikah
Jakarta Marathon telah masuk dalam agenda olah raga lari internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap ajang Jakarta Marathon (Jakmar) pada 27 Oktober 2019 menjadi ajang pariwisata olah raga (sport tourism). "Harapannya kunjungan wisatawan ke Jakarta semakin banyak," kata Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Edy Juanedi, Senin (28/10).

Edy mengatakan sebagai warga Jakarta, patut bangga karena Jakarta memiliki agenda tahunan pariwisata olah raga berskala internasional. "Kami melihat, gelaran Jakarta Marathon selama tujuh tahun terakhir ini sangat efektif sebagai sarana promosi, dalam meningkatkan kunjungan dan awareness wisatawan," ujar Edy.

Terlebih menurutnya, Jakarta Marathon telah masuk dalam agenda olah raga lari internasional sehingga mampu memberikan dampak langsung dan nilai media yang tinggi. "Melalui event sport tourism seperti Jakarta Marathon, diharapkan target kunjungan tiga juta wisatawan mancanegara ke DKI pada tahun ini dapat tercapai dan target sektor pariwisata menyumbang Rp 6,2 triliun dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dapat terealisasi," ujarnya.

Dengan predikat IAAF Road Race Silver Label, Jakarta Marathon bisa menjadi media promosi terbaik pariwisata Jakarta karena pelari-pelari terbaik dunia akan semakin banyak lagi yang datang berkompetisi. Brand Ambassador PLN, Sha Ine Febrianti menegaskan kembali energi optimistis yang ingin disampaikan melalui Jakmar 2019.

“Pesan yang ingin disampaikan oleh PLN melalui ajang ini, kami siap menyiapkan daya yang besar bagi masyarakat Indonesia. Dengan daya yang ada itu, bagaimana kita dapat mengoptimalkan kreativitas dan produktivitas," kata Ine.

Menurut dia, jika dulu tagar PLN adalah #hemat energi, sekarang pesannya #energi optimisme. "Kita dipacu menjadi lebih produktif karena pasokan listrik sudah tersedia berapa pun yang dibutuhkan, termasuk pasokan listrik yang berasal dari energi terbarukan," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA