Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Asosiasi Mahad Aly: Menag akan Kunjungi Pesantren Jawa Timur

Senin 28 Oct 2019 13:13 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Asosiasi Ma'had Aly Indonesia (AMALI), KH Abdul Djalal 

Ketua Asosiasi Ma'had Aly Indonesia (AMALI), KH Abdul Djalal 

Foto: Republika/Muhyiddin
Menag akan memenuhi undangan kiai Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Asosiasi Ma'had Ali Indonesia (AMALI) dan para kiai melakukan audensi dengan Menteri Agama, Jenderal (Purn) Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta pada Jumat (25/10). Audensi tersebut dipimpin Ketua AMALI, KH Abdul Djalal.

Baca Juga

Dalam pertemuan tersebut, menurut Kiai Djalal, menteri agama berlatar belakang TNI tersebut akan memenuhi undangan para kiai untuk mengunjungi beberapa pesantren besar yang ada di Jawa Timur, seperti Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. 

"Menag menerima dengan senang hati undangan para kiai untuk mengunjungi pondok pesantren mereka dan insya Allah awal November akan mengunjungi beberapa pondok pesantren besar di Jawa Timur," ujar Kiai Djalal kepada Republika.co.id, Senin (28/10).  

Selain itu, menurut dia, dalam audensi itu Jenderal (Purn) Fachrul Razi juga mengucapkan banyak terima kasih telah diberi banyak informasi yang sangat berharga tentang Ma’had Aly dan pesantren yang selama ini luput dari perhatiannya. 

Dengan informasi tersebut, lanjut dia, Fachrul Razi mendapatkan bahan untuk menyusun kebijakannya dengan baik, khususnya yang berkaitan dengan pesantren.  

"Menag memahami Ma’had Aly memiliki peranan strategis dalam membangun bangsa sekarang dan masa depan, sehingga beliau mengajak Ma’had Aly bersama Kemenag bergandengan tangan menyukseskan program-program pemerintah di bidang keagamaan dan kepesantrenan," ucap Kiai Djalal.  

Dia menambahkan, Fachrul Razi dalam audensi itu juga menyampaikan bahwa penanggulangan radikalisme keberagamaan di Indonesia menjadi tugas utama yang diberikan presiden kepadanya. Karena itu, menurut dia, dalam kepemimpinnya Menag akan membuat program penanggulan radikalisme.  

"Beliau akan membuat program-program penanggulangan radikalisme keberagamaan di Indonesia melalui pendekatan agama," kata Kiai Djalal. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA