Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

ISEF Jadi Wajah Syariah Nasional di Tingkat Global

Ahad 27 Okt 2019 23:04 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Elba Damhuri

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo memberikan paparan saat berkunjung ke kantor Harian Republika,Jakarta, Jumat (25/10).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo memberikan paparan saat berkunjung ke kantor Harian Republika,Jakarta, Jumat (25/10).

Foto: Republika/Prayogi
ISEF merupakan inisiasi BI untuk mengembangkan pilar ekonomi syariah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Sharia Economy Festival ( isef ) 2019 akan menjadi bendera Indonesia yang dibawa ke skala global. Tahun ini, pelaksanaannya melibatkan sejumlah konferensi internasional yang diisi sekitar 250 delegasi.

Deputi Gubernur bank indonesia , Dody Budi Waluyo, menyampaikan ISEF merupakan inisiasi BI untuk mengembangkan pilar ekonomi syariah . Setelah lima tahun pelaksanaan, tahun ini BI bekerja sama dengan Komite Nasional Keuangan Syariah dan sejumlah otoritas ekonomi syariah lain.

"BI percaya bahwa ekonomi syariah adalah salah satu opsi untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia saat berkunjung ke Republika, beberapa waktu lalu.

Ekonomi syariah cenderung tumbuh secara stabil dan berkelanjutan. Instrumen-instrumen menjadi pilar inklusifitas pertumbuhan. Dalam pengembangannya, BI bekerja sama dengan regulator lain seperti OJK, kementerian, organisasi masyarakat, hingga sektor riil.

Dody menyampaikan BI melakukan pendekatan pertumbuhan melalui segmen keuangan sosial syariah, yang terdiri dari zakat, infaq, sodakoh, dan wakaf. Selain itu pengembangan dari sisi kebijakan di pasar uang.

ISEF menjadi upaya BI untuk pengembangan di sektor riil. Karena ini pun akan membawa stabilitas pada makroekonomi. BI ingin membangun rantai nilai halal agar dapat berdampak optimal pada beragam instrumen kebijakan.

"Kita mencoba untuk menjadikan pasar syariah dipasok oleh kita sendiri," katanya.

BI menargetkan Indonesia sebagai rujukan ekonomi keuangan syariah internasional pada 2024. Tidak hanya dari sisi keuangan tapi juga ide pemikirannya.

ISEF akan berisi seminar, konferensi, ekspo, temu bisnis, dialog, //call for paper//, kajian, dan lainnya. Akan ada enam multilateral event, pertemuan asosiasi halal global, forum besar dan lain-lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA