Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tip Merawat Mobil Klasik

Senin 28 Okt 2019 05:57 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Nora Azizah

BMW Astra Cilandak memberikan layanan khusu bagi mobil klasik dan mobil balap.

BMW Astra Cilandak memberikan layanan khusu bagi mobil klasik dan mobil balap.

Foto: Eric Iskandarsjah Z/Republika
Ada perawatan khusus yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi mobil klasik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semakin tua usia sebuah mobil, tentu perlakuanya pun akan berbeda. Apalagi, biasanya mobil klasik merupakan sebuah mobil koleksi yang tidak digunakan untuk mobilisasi sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan treatmen khusus agar mobil kesayangan dapat terjaga kondisinya.

Aftersales Manager BMW Astra Budi Kurniawan mengatakan, salah satu kunci utama dalam melakukan perawatan mobil klasik adalah dengan memanaskanya minimal sepekan sekali. "Untuk mobil yang tidak digunakan sehari-hari, minimal seminggu sekali harus dipanaskan. Hal ini perlu dilakukan agar kondisi mobil secara keseluruhan dapat terjaga," kata Budi beberapa waktu lalu.

Ia menyarankan, saat memanaskan mobil, sebaiknya tidak hanya menyalakan mesin saja. Artinya, sangat disarankan agar mobil juga diajak untuk melintas di jalan raya. Menurutnya, walau bagaimanapun mobil adalah sebuah benda bergerak sehingga terdapat sejumlah elemen yang kondisinya justru menjadi kurang prima jika sama sekali tidak pernah dioperasikan.

"Saat mesin menyala dan mobil diajak jalan-jalan, kita juga dapat sekaligus merasakan apakah ada kejanggalan pada mobil tersebut. Mengingat, sejumlah kejanggalan baik pada mesin, kaki-kaki atau pada bagian lainya baru dapat diketahui saat mobil dalam kondisi berjalan," ujarnya.

Jika terdapat tanda-tanda mencurigakan, ia menyarankan agar kerusakan itu langsung diperbaiki di bengkel yang terpercaya. Hal ini diperlukan agar persoalan yang terjadi tidak merembet pada komponen lain yang berkaitan.

Ia pun menekankan, jika memang tidak terdapat persoalan apapun pada mobil itu, perawatan rutin tetap harus dilakukan. Hanya saja, interval perawatanya tidak sama seperti pada mobil baru atau pada mobil yang digunakan untuk harian.

"Kalau mobil harian biasanya servis dilakukan sesuai dengan periode servis rutin atau batasan kilometer penggunaan oli mesin. Sedangkan untuk mobil klasik, perawatan hanya dilakukan saat terjadi kejanggalan atau terdapat indikator peringatan yang menyala pada panel istrumen," ucap dia.

Oleh karena itu, lanjutnya, ritual "manasin" mobil tiap pekan adalah salah satu kunci utama dalam perawatan mobil klasik. Dengan melakukan rutinitas itu, maka seluruh kondisi dan indikator dapat selalu terpantau dengan baik.

Baca Juga

 

photo
Mobil Klasik (Ilustrasi)

Habis Berapa?
Soal anggaran perawatan, ia mengatakan bahwa setiap mobil dan setiap kondisi memiliki anggaran yang berbeda. Namun, salah satu elemen perawatan yang paling utama adalah pada sistem pelumas. Artinya, jika mobil dalam keadaan normal, maka anggaran perawatan yang diperlukan hanyalah untuk penggantian oli.

Namun jika ada persoalan lain, maka anggaranya akan menjadi sangat kasuistik tergantung tingkat kerumitan dan harga dari part yang harus diganti. Untuk soal perawatan dan perbaikan, bagi para pengguna mobil BMW, ia sangat menyarankan untuk melakukan perawatan di BMW Astra Cilandak Jakarta.

Mengingat, BMW Astra Cilandak Jakarta merupakan satu-satunya bengkel BMW di Indonesia yang dilengkapi dengan teknisi dan peralatan yang dikhusukan untuk dapat melakukan perbaikan pada mobil BMW klasik. Soal biaya, bengkel resmi itu pun memberikan keringanan dengan diskon biaya jasa sebesar 50 persen untuk mobil yang telah berusia lebih dari sepuluh tahun.

Tak hanya itu, bengkel yang terletak di Jalan R. A. Kartini Kav. 203, Cilandak, Jakarta Selatan itu pun juga dapat memberikan pelayanan bagi yang doyan mengutak-atik mesin mobil baik yang digunakan untuk harian maupun untuk kompetisi.

Nah, bagi yang sudah melakukan perombakan pada sektor mesin, ia pun menyarankan agar pengendara dapat lebih peka pada setiap gejala yang muncul pada mobil. "Seluruh indikator pun harus lebih diperhatikan mengingat penggunaan mobil yang lebih ekstrim," ucapnya.

Apalagi, bagi yang melakukan modifikasi untuk dipacu di sirkuit. Ia menekankan, pemeriksaan secara keseluruhan harus selalu dilakukan sebelum mengikuti kompetisi. Hal ini perlu dilakukan agar endurance mesin dapat terjaga sehingga mobil dapat memberikan performa yang optimal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA