Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Bamsoet: Menteri Harus Adaptasi Pola Kerja Presiden

Ahad 27 Oct 2019 15:52 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Dwi Murdaningsih

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) berjabat tangan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) disaksikan Wapres Ma'ruf Amin (kiri) dan pimpinan MPR saat acara pelantikan presiden dan wapres periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019).

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) berjabat tangan dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo (kedua kanan) disaksikan Wapres Ma'ruf Amin (kiri) dan pimpinan MPR saat acara pelantikan presiden dan wapres periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi berpola kerja cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan para menteri Kabinet Indonesia Maju untuk segera beradaptasi dengan gaya dan pola kerja Presiden Joko Widodo. Pria yang kerap disapa Bamsoet itu menyebut Jokowi berpola kerja cepat.

Menurut Bamsoet, para menteri dan wakil menteri hendaknya segera konsolidasi dan berkoordinasi dengan semua satuan kerja di kementerian masing-masing. Namun, konsolidasi di kementerian pun tidak boleh terlalu banyak menyita waktu.

"Sebab, pada akhirnya, para menteri baru dituntut mampu beradaptasi dan mengikuti ritme kerja Presiden yang serba cepat dan responsif itu," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Ahad (27/10).

Bamsoet merasa perlu mengingatkan hal ini lantaran formasi kabinet lebih banyak diisi figur baru. Beberapa di antara mereka, bahkan disebut Bamsoet belum mengenal mekanisme kerja dan dinamika birokrasi kementerian. Maka, inisiatif para menteri untuk segera konsolidasi menjadi sangat penting.

Bamsoet juga mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap Kabinet Indonesia Maju terbilang cukup tinggi. Masyarakat akan menunggu dan melihat apa yang bisa diperbuat oleh kabinet baru dalam 100 hari pertama masa bhakti para menteri.

"Masyarakat berharap kabinet baru produktif dan lebih baik dari kabinet sebelumnya. Harapan masyarakat ini hendaknya diterima para menteri sebagai tantangan, bukan beban," ujar eks Ketua DPR RI itu.

Bamsoet pun menambahkan, dengan kombinasi figur senior dan sejumlah sosok muda, termasuk 12 wakil menteri, Ia optimistis para menteri akan mampu mengikuti pola kerja Presiden yang diklaimnya  cepat.

"Agar bisa responsif seperti presiden, para menteri dan wakil menteri harus memiliki sensitivitas tinggi dan juga komunikatif dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler