Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Banyaknya Wamen Ditakutkan Buat Pemerintahan tak Efisien

Sabtu 26 Oct 2019 09:02 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Indira Rezkisari

Drajad Wibowo

Drajad Wibowo

Foto: Republika/Prayogi
PAN membandingkan komposisi pemerintahan Indonesia dengan Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo telah melantik 12 orang wakil menteri yang akan bekerja dalam Kabinet Indonesia Maju. Partai Amanat Nasional (PAN) melihat hal tersebut tak mencerminkan pemerintahan yang ramping dan efisien.

"Dengan 12 Wamen pemerintah terlihat sangat gemuk. Jelas hal ini sangat menambah birokrasi dan anggaran, juga tidak mencerminkan pemerintahan yang ramping dan efisien," ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Drajad Wibowo kepada wartawan, Sabtu (26/10).

Ia membandingkan pemerintahan Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad. Di sana, anggota kabinet hanya terdapat 26 orang, tanpa satupun wakil menteri.

"Di Australia saat ini kabinet berisi 23 orang termasuk PM Scott Morrison dan Wakil PM Michael McCormack. Beberapa diantaranya malah merangkap dua portofolio," ujar Drajad.

Maka dari itu, ia menilai hadirnya menteri merupakan ajang bagi Jokowi untuk mengakomodasi pihak yang telah mendukungnya pada Pilpres 2019. Sehingga kabinet saat ini akan terlihat sangat gemuk, tanpa memperhatikan integritas dan kompetensinya.

"Jadi, kabinet sekarang memang lebih mementingkan pesta bagi kue, dari pada efisiensi pemerintahan," ujar Drajad.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah melantik 12 wakil menteri ke Istana Negara, Jakarta. Mereka sebelumnya sudah berdatangan sejak Jumat (25/10) pagi, dengan mengenakan kemeja berwarna putih.

Nama wakil menteri yang dilantik, yakni Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin, diikuti oleh mantan Bendahara Umum TKN Sakti Wahyu Trenggono, dan politikus PPP Zainut Tauhid. Selanjutnya, politikus Perindo Angela Tanoesoedibjo, politikus PSI Surya Chandra, dan mantan Bupati Jayawijaya Wempi Wetimpo.

Kemudian ada pula Dirut Mandiri Kartiko Wiryoatmojo, Dubes AS Mahendra Siregar, dan pejabat Badan Restorasi Gambut Alue Dohong. Ditambah, Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi, politikus Golkar Jerry Sambuaga, serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA