Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Pengalaman Erick Diharapkan Mampu Bawa Perusahaan BUMN Maju

Sabtu 26 Oct 2019 05:45 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan pada acara serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10).

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan pada acara serah terima jabatan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/10).

Foto: Republika/Prayogi
Presiden Jokowi menunjuk pengusaha Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat BUMN Toto Pranoto mengatakan kriteria menteri BUMN yang ideal adalah sosok yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang kuat, latar belakang pengalaman bisnis, bebas dari benturan kepentingan, serta mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk posisi jabatan tersebut.

"Erick Thohir saya kira memiliki kriteria ideal (sebagai menteri BUMN)," ujar Toto saat dihubungi Republika, Jumat (25/10).

Hal ini, kata Toto, terlihat dari rekam jejak Erick yang telah terbukti dari pengalaman sebagai CEO yang mempersiapkan Asian Games dengan sukses dan mempunyai pengalaman bisnis hingga kancah internasional.

"Saya kira tinggal memastikan saja bahwa yang bersangkutan bisa mendedikasikan  waktu sepenuhnya sebagai menteri dan nonaktif dari bisnis pribadinya sehingga konflik kepentingan bisa dihindarkan," ucap Toto.

Sebelumnya, Erick menyatakan siap mundur secara total dari grup perusahaan yang ia pimpin. Ia menyatakan, siap mundur dari jabatan komisaris utama Mahaka Group bila Presiden benar menghendakinya masuk dalam susunan kabinet yang baru.

Baca Juga

Erick beralasan, tidak boleh ada konflik kepentingan yang melilit dirinya saat menjabat menteri nanti. "Sudah pasti dengan jabatan seperti ini tidak boleh ada conflict of interest. Memang cukup berat bagi saya secara pribadi. Mesti mundur total. Itu yang berat," ujar Erick di Istana Negara.

Erick mengaku berat untuk meninggalkan posisinya di grup perusahaan yang menaungi koran Republika dan Republika Online ini. Meski begitu, langkah untuk mundur dari perusahaan mesti dilakukannya demi menghindari tumpang-tindih kepentingan.

Sebelumnya, Erick memang sempat vakum dari perusahaan saat fokus menangani Asian Games pada 2018 lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA