Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Erdogan Sebut Perangi Teroris di Suriah, Bukan Kurdi

Jumat 25 Oct 2019 09:09 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Presidential Press Service via AP
Erdogan menyebut Kurdi sebagai saudara setelah menggelar operasi militer di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turki tidak punya masalah dengan Kurdi.

Baca Juga

"Kurdi adalah saudara kita, kita tidak memiliki masalah dengan mereka, kita hanya memerangi teroris," tutur dia.

Hal itu disampaikan Erdogan dalam siaran stasiun penyiaran milik pemerintah Turki TRT, dilansir dari Anadolu Agency, Jumat (25/10). Dia juga meminta AS untuk menyerahkan pemimpin kelompok milisi Kurdi, Ferhat Abdi Sahin alias Mazloum Kobani kepada Turki. Kobani disebut dicari oleh interpol karena masuk catatan merah.

Erdogan mengatakan negaranya telah dilecehkan oleh kelompok teror di Suriah utara selama delapan tahun. Beberapa negara NATO mempersenjatai kelompok milisi Kurdi. Jerman, Prancis, dan AS bertemu dengan para pemimpin organisasi itu. "Rusia mendesak Turki untuk memasuki Ayn al-Arab (Kobani) Suriah, sedangkan AS meminta yang sebaliknya," katanya.

Bagi Erdogan, persenjataan berat kelompok milisi Kurdi harus diserahkan kepada Turki sebagai anggota NATO. Turki membutuhkan dukungan internasional untuk penyelesaian pengungsi Suriah. Turki pun berencana membangun rumah sakit dan sekolah di zona aman Suriah utara dan memastikan kembalinya para pengungsi secara sukarela ke negaranya.

Erdogan pun mengecam sikap Liga Arab yang mengecam operasi militer Turki di Suriah. Menurutnya blok itu tidak membantu Turki melindungi jutaan orang Arab. "Liga Arab tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun di dunia Muslim," katanya.

Masyarakat internasional, kata Erdogan, telah diberitahu tentang operasi anti-teror Turki di sebelah timur Sungai Efrat di Suriah utara. Dia mengungkapkan, militer Turki hanya bertindak pada strategi anti-ISIS di Suriah.

Tujuh anggota tentara Turki, kata Erdogan, tewas di tengah bentrokan di Suriah utara, dan 95 orang terluka, sedangkan 96 orang tewas dari Tentara Nasional Suriah dengan 374 lainnya luka-luka. Sebanyak 20 warga sipil menjadi martir dan 187 terluka selama operasi.

Delegasi Turki, kata Erdogan, akan mengunjungi AS pada 13 November untuk membahas perkembangan terakhir di Suriah utara, yang sekarang mencabut sanksi AS terhadap Turki dan hubungan bilateral. Pada 9 Oktober lalu, Turki meluncurkan operasi militer yang dijuluki Musim Semi Perdamaian untuk melenyapkan kelompok bersenjata Kurdi dari Suriah utara di sebelah timur Sungai Efrat. Turki berdalih ingin mengamankan perbatasan Turki untuk membantu pengembalian pengungsi Suriah yang aman dan memastikan integritas teritorial Suriah.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA