Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Sandiaga Nilai Prabowo Beri Sinyal Persatuan

Kamis 24 Oct 2019 23:17 WIB

Red: Ratna Puspita

Politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno

Politikus Partai Gerindra, Sandiaga Uno

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
'Semua sudah selesai, kontestasi selesai,' kata Sandiaga.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pengusaha yang sekaligus mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menilai dipilihnya Prabowo Subianto menjadi menteri pertahanan sebagai sinyal persatuan Indonesia. "Pak Prabowo memberikan sinyal persatuan. Semua sudah selesai, kontestasi selesai," kata Sandiaga, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/10).

Sandiaga menambahkan, Prabowo selalu memberikan tiga pesan kepada dirinya dan masyarakat Indonesia. Pesan tersebut, yakni untuk selalu mencintai Republik Indonesia, jangan menengok ke belakang, dan rakyat Indonesia jangan terpecah belah.

Sebagai catatan, pada Pemilu serentak 17 April 2019, Prabowo Subianto merupakan pasangan nomor urut 02 bersama Sandiaga Uno yang berkontestasi pada pemilihan presiden dan wakil presiden. "Mudah-mudahan bisa diterima seluruh rakyat di pelosok nusantara, agar kita bisa menjadi negara maju," kata Sandiaga.

Baca Juga

Saat ini, Prabowo masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan sekaligus menjadi Menteri Pertahanan. Sandiaga menilai, hal itu merupakan hak prerogratif Presiden Joko Widodo.

"Itu hak prerogratif presiden, saya ucapkan selamat," ujar Sandiaga.

photo
Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (Republika)
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menunjuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan periode 2019-2024. Penunjukan tersebut diumumkan Presiden di tangga Istana Merdeka, Rabu (23/10).

Pada kabinet Indonesia Maju, terdiri dari 34 menteri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 kursi diisi dari kalangan profesional non-parpol, dan 16 kursi lainnya diisi oleh sosok berlatar belakang dari partai politik koalisi.

Sejumlah nama yang masuk dalam kategori profesional non-parpol antara lain adalah, Mahfud MD, Luhut Binsar Pandjaitan, Sri Mulyani Indrawati, Basuki Hadimuljono, Nadiem Makarim, Wishnutama Subandio, dan Erick Thohir. Sementara para menteri yang berlatar belakang dari partai politik, antara lain adalah, Yasonna Laoly dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Syahrul Yasin Limpo dari Partai NasDem.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER