Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Minggu, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 Januari 2020

Hal Sederhana Ini Bisa Bantu Kurangi Limbah Fesyen

Kamis 24 Okt 2019 22:39 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Parade fashion dalam pembukaan Jakarta Fashion Week 2020 di Senayan City, Selasa (22/10).

Parade fashion dalam pembukaan Jakarta Fashion Week 2020 di Senayan City, Selasa (22/10).

Foto: Republika/Desy Susilawati
Konsumen harus mengubah perspektifnya untuk mengurangi limbah fesyen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren fast-fashion yang kian meningkat menjadi salah satu pemicu perubahan iklim dan pencemaran lingkungan di dunia. Karena itu, untuk mengurangi limbah fesyen dan menjaga bumi, konsumen juga harus mulai mengubah perspektifnya ketika hendak membeli produk fesyen.

Menurut Desainer sekaligus founder Sejauh Mata Memandang Chitra Subyakto, setidaknya ada tiga hal yang harus diterapkan oleh konsumen untuk membantu mengurangi limbah fesyen dan darurat iklim. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Baca Juga

Paymore
Chitra mengungkapkan, setiap konsumen harus mau membayar lebih atau paymore, untuk menyelamatkan bumi dari darurat iklim. Artinya, mulai sekarang konsumen diharapkan tidak lagi membeli produk fesyen karena harga murah. Karena produk itu besar kemungkinan dibuat dengan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan.

Pakaian yang dibuat dengan bahan-bahan ramah lingkungan dipastikan tidak murah. Namun sejatinya, kata Chitra, dengan membeli produk fesyen yang ramah lingkungan artinya kita sedang menjaga bumi. Sebab pada umumnya produk fesyen yang ramah lingkungan akan mudah terurai dengan tanah.

“Kalau ada pakaian harganya Rp 50 ribu misal, kita harus tanyakan apakah bahan kainnya mengandung plastik? Lalu bagaimana pengelolaan limbah perusahaan itu? Dengan pertanyaan itu kita akan tersadarkan apakah belanja pakaian seharga Rp 50 ribu itu menguntungkan atau malah merugikan diri kita? Karena tentu kalau produk itu adalah penghasil limbah itu dampaknya akan menimpa kita sendiri,” kata Chitra.

Jangan Ikuti Tren
Tren fesyen berubah dengan cepat. Karena itu, Chitra menyarankan agar konsumen tidak membeli produk fesyen yang sesuai tren. Fesyen yang sesuai tren, umumnya tidak akan terpakai lagi jika sudah ada tren baru. Otomatis fesyen yang tidak lagi sesuai tren akan menjadi limbah fesyen.

“Jadi kalau beli barang, jangan mengikuti tren karena tren berganti tiap beberapa bulan sekali. Jika ingin menjaga bumi, beli lah produk yang bisa tetap bisa dipakai dan bisa di mix and macth bahkan hingga 10 tahun ke depan,” jelas dia.

Buy Thing with meaning
Baiknya, kata Chitra, konsumen juga membeli produk fesyen yang secara nyata memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. Misalnya membeli produk handmade yang dalam proses pembuatannya melibatkan pengrajin atau masyarakat, sehingga ketika membeli produk tersebut secara tidak langsung juga telah membantu pengrajin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA