Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Operasi Militer Turki Paksa 7.000 Warga Suriah Mengungsi

Kamis 24 Okt 2019 16:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Turki serang pasukan Kurdi di Suriah

Turki serang pasukan Kurdi di Suriah

Foto: Republika
Ribuan warga Suriah mengungsi ke kamp Bardrash di Irak.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS – Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan sebanyak 7.000 warga Suriah telah mengungsi ke kamp Bardrash, Irak. Mereka dilaporkan membutuhkan bantuan kemanusiaan dan layanan psikis.

Baca Juga

Menurut UNHCR, tiga dari empat pengungsi adalah perempuan. Di antara mereka ada pula anak-anak yang tidak didampingi dan sangat membutuhkan bantuan psikososial. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) turki">operasi militer Turki di Suriah yang dilakukan sejak 9 Oktober memiliki dampak signifikan terhadap situasi kemanusiaan di negara tersebut.

OCHA menyebut sejak operasi militer Turki  dimulai, lebih dari 176 ribu warga Suriah, termasuk 80 ribu anak-anak, telah mengungsi. Serangan Turki juga menyebabkan infrastruktur vital, seperti listrik dan air, mengalami kerusakan.

Koordinator kemanusiaan PBB di Suriah Imran Riza mengungkapkan kondisi para pengungsi sangat rentan. Beberapa dari mereka telah dipindahkan lebih dari satu kali dari satu tempat ke tempat lain. Sementara banyak lainnya telah melarikan diri tanpa mengambil barang-barang mereka.

“Meskipun ada bantuan yang diberikan oleh PBB, ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan volume bantuan kemanusiaan dan untuk memberikan perlindungan serta perawatan bagi mereka yang terkena dampak,” ujar Riza, dikutip laman Middle East Monitor, Kamis (24/10).

Kendati demikian, dia menegaskan PBB berama organisasi kemanusiaan lainnya tetap berkomitmen untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan pada para pengungsi di Suriah timur laut. Riza mendesak pihak-pihak yang terlibat konfrontasi memberikan akses yang aman guna memfasilitasi pekerjaan tersebut.

Pada 9 Oktober lalu Turki memulai operasi militer di timur laut Suriah. Dalam operasi yang diberi nama “Operation Peace Spring” itu Ankara hendak menumpas pasukan Kurdi yang menguasai wilayah perbatasan antara Suriah dan Turki.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) adalah pihak yang menjadi target militer Turki. SDF adalah aliansi yang dipimpin Kurdi dan merupakan sekutu utama Amerika Serikat (AS) dalam memerangi milisi ISIS di Suriah. SDF, menurut Turki, memiliki afiliasi dengan terafiliasi Unit Perlindungan Rakyat Kurdistan (YPG).

Turki memandang YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK). PKK adalah kelompok bersenjata Kurdi yang telah melancarkan pemberontakan di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade. Ankara telah melabeli YPG dan PKK sebagai kelompok teroris.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA