Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020

Ketua MPR Nilai Kabinet Indonesia Maju Cerminkan Persatuan

Kamis 24 Okt 2019 12:14 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memimpin pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memimpin pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi menggandeng tokoh muda dalam kabinet Indonesia Maju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai komposisi Kabinet Indonesia Maju menunjukan semangat memperkokoh persatuan. Terpilihnya sejumlah orang muda, merefleksikan regenerasi kepemimpinan agar Indonesia mampu menanggapi perubahan zaman.

"Saya memberi apresiasi yang tinggi pada kearifan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Maruf Amin dalam membentuk formasi Kabinet Indonesia Maju yang dilantik di Istana hari ini. Tentu saja saya dan masyarakat pada umumnya berharap kabinet baru ini lebih produktif," kata Bamsoet.

Menurut dia, sosok menteri pilihan Jokowi dalam kabinet memang belum tentu bisa memuaskan semua pihak. Namun, dengan mata hati dan pikiran yang jernih, bisa melihat dan memahami bahwa Presiden Jokowi sangat mengutamakan kerja merawat kebinekaan dan memperkukuh persatuan.

Ia menilai kesediaan Prabowo Subianto sebagai mantan rival dalam pemilihan presiden menerima ajakan Presiden Jokowi untuk menjadi anggota kabinet merefleksikan semangat kedua tokoh memperkukuh persatuan.

"Kearifan Jokowi-Prabowo ini diharapkan berdampak positif bagi kehidupan berbangsa. Tidak boleh lagi ada pengotak-ngotakan masyarakat akibat perbedaan," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf dan partai koalisi pendukungnya juga bijaksana karena tidak mempraktikan prinsip the winner takes all. Hal itu, menurut dia, karena jatah jabatan menteri untuk partai politik pendukung pasangan Jokowi-Maruf benar-benar dibatasi dan sejumlah pos kementerian pun dipercayakan kepada para profesional.

"Melalui kabinet baru ini, duet pemimpin Jokowi-Ma'ruf juga mempersiapkan regenerasi kepemimpinan. Kesan ini setidaknya bisa dibaca dari penunjukan orang-orang muda, seperti Bahlil Lahadalia, Nadiem Makarim, Erick Thohir, danWishnutama untuk menerima jabatan menteri atau setingkat menteri," katanya.

Baca Juga

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler