Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Tak Ada Kader yang Jadi Menteri, Ini Tanggapan Perindo

Kamis 24 Oct 2019 06:25 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Pelantikan Kabinet Indonesia Maju. Jajaran menteri bersiap mengikuti sesi foto bersama Presiden Joko Widodo usai upacara pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).

Pelantikan Kabinet Indonesia Maju. Jajaran menteri bersiap mengikuti sesi foto bersama Presiden Joko Widodo usai upacara pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Perindo dukung Jokowi tanpa syarat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq merespons baik sejumlah nama menteri yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rabu (23/10). Meskipun tak ada satu pun kader Partai Perindo yang ditunjuk jadi menteri, namun hal itu tidak menjadi soal bagi Perindo.

"Sejak awal kita mendukung tanpa syarat, dan tentu apapun kita akan terus dukung," kata Rofiq kepada Republika.

Rofiq mengatakan, Partai perindo tentu sangat berharap ada kader yang dipercaya Jokowi untuk membantu di kementerian. Namun Perindo menghormati keputusan tersebut.

Baca Juga

"Pak Jokowi pasti mempunyai pertimbangan-pertimbangan khusus demi kokohnya koalisi parlemen dan kenyamanan selama memerintah lima tahun ke depan," ujarnya.

Selain itu, Rofiq melilhat susunan Kabinet Indonesia Maju telah memenuhi janji yang telah disampaikan Jokowi terkait komposisi menteri yang diisi oleh 55 persen profesional dan 45 persen dari unsur partai. Ia mengungkapkan hal itu bagian dari konsistensi Jokowi dalam menyusun kabinet. 

"Tidak hanya itu kualitas yang ditunjukkan di susunan kabinet juga menjadi harapan baru. Perpaduan profesional dan politisi akan menjadi the winning team yang siap menjalankan visi misi presiden dalam membangun bangsa ini ke depan," ungkapnya.

Dalam kesempatan kemarin, Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya akan mengevaluasi menteri-menteri yang dianggap lambat bekerja. Bahkan Jokowi juga tegas akan mengganti menteri yang dianggap tidak kreatif dan inovatif. 

"Hal inilah yang akan membuat mesin birokrasi akan bekerja jauh keras dan mengejar banyak ketertinggalan selama ini," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA