Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Hadiri Pertemuan CEO LAZ, Aa Gym Titip Pesan untuk Dhuafa

Rabu 23 Oct 2019 19:14 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Foto: dok. Istimewa
Aa Gym mengajak CEO LAZ jaga amanat pemberdayaan dhuafa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pendakwah asal Bandung, Jawa Barat, Abdullah Gymnastiar, yang akrab disapa Aa Gym turut hadir dalam CEO LAZ Forum di Jakarta, Rabu (23/10). 

Baca Juga

Dia mengatakan, tugas dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) lebih dari sekedar mengambil, dan mendistribusikan zakat. 

"Lembaga amil tugas utamanya bukan hanya mengambil dan mendistribusikan, melainkan pengelola zakat juga membuat yang memberi zakat dan yang menerima zakat semakin dekat dengan Allah," kata Aa Gym di Jakarta, Rabu (23/10).

Menurut dia, zakat diperintahkan langsung oleh Allah, agar orang semakin dekat kepada Yang Mahakuasa. Untuk itu, menurutnya cukup aneh, jika pengelola zakat membahas perintah Allah, akan tetapi ibadahnya belum maksimal.  

CEO LAZ Forum diharapkan dapat menjadi ruang bagi para Pimpinan atau CEO bagi Organisasi Pengelola Zakat anggota FOZ untuk saling membErickan gagasan, masukan, dan informasi untuk memperkuat gerakan zakat Indonesia. Menurut Aa Gym, tugas CEO itu juga berat, dia pun meminta para pimpinan lembaga zakat agar serius dalam mengemban tugasnya. 

"CEO itu namanya keren, dan tambah berat lagi hisabnya, di antara semuanya ini yang paling dituntut.  Kita bekerja dengan label agama, perintah Allah, mending keluar kalau nggak serius," ucapnya.

Dia mengungkapkan, lembaga zakat yang terbaik bukanlah mereka yang memiliki omset terbesar, melainkan lembaga yang dapat memberikan orang lain kedekatan kepada Allah SWT. 

Untuk itu orang yang tidak mampu, bukan hanya diberickan bantuan berupa makanan dan uang, melainkan tausiyah yang semakin mendekatkan diri dengan Yang Mahapencipta.  

Di samping itu, tugas lembaga Amil bukan hanya mengurusi perihal perputaran uang zakat yang diterima, namun mereka juga harus dapat menciptakan perubahan perilaku. "Lebih tinggi daripada transaksi uang dan barang, tapi perilaku," kata dia.

Aa Gym berharap pertemuan para pimpinan Lembaga Amil dapat disikapi dengan sabar, karena akan ada beberapa perbedaan pandangan. Perbedaan harus dianggap sebagai suatu hal yang akan saling melengkapi. 

"Rileks hadirin, kita tidak sedang bersaing. Perbedaan itu untuk saling melengkapi, karena kita memerlukan perbedaan wawasan dan pengalaman. Jangan liat perbedaan kita sebagai lawan,” kata dia.

  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA