Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

BNI Salurkan Kredit Rp 558,7 Triliun pada Kuartal III 2019

Rabu 23 Oct 2019 17:47 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Bank Negara Indonesia (BNI).

Bank Negara Indonesia (BNI).

Foto: dok. BNI
Penyaluran kredit BNI tumbuh 14,7 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 558,7 triliun pada kuartal tiga 2019. Pencapaian ini tumbuh 14,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo mengatakan penyaluran kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 5,9 persen, sehingga turut mencatatkan perbaikan pada net interest income (NII).

"Penyaluran kredit tetap dijaga sebagai strategi optimalisasi pengelolaan portofolio aset dan liabilitas di tengah kondisi perekonomian yang menantang," ujarnya saat konferensi pers di Gedung BNI 46, Jakarta, Rabu (23/10).

Menurutnya pertumbuhan kredit turut didorong oleh pembiayaan pada segmen korporasi yang tumbuh 18,1 persen dari periode yang sama 2018 menjadi Rp 291,7 triliun. Adapun pembiayaan korporasi terdistribusi ke segmen korporasi swasta sebesar Rp 181,1 triliun atau tumbuh 24,8 persen dibanding kuartal tiga 2018 dan pada BUMN senilai Rp 110,7 triliun atau mengalami pertumbuhan 8,6 persen dibanding kuartal tiga 2018.  

Selain segmen korporasi, segmen usaha kecil juga memberikan kontribusi pertumbuhan sebesar 19,2 persen dibandingkan kuartal tiga 2018 menjadi Rp 75 triliun. Kredit pada segmen korporasi terutama disalurkan pada sektor manufaktur, perdagangan restoran dan hotel, jasa dunia usaha, konstruksi dan kelistrikan.

"Agar kualitas kredit tersebut tetap terjaga, BNI menerapkan berbagai kebijakan antara lain pemberian kredit kepada high quality corporates, dan pembiayaan kepada corporates cash flow generator," ucapnya.

Menurutnya penyaluran kredit BNI ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,9 persen secara YoY menjadi Rp 581 triliun pada kuartal tiga 2019. BNI juga menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,3 persen dari total DPK terutama karena pertumbuhan Giro sebesar 13 persen dan tabungan 7,5 persen (yoy).

Ke depan, perseroan berupaya menghimpun dana murah dengan mengembangkan layanan digital banking, meningkatkan sinergi dengan berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mengembangkan layanan bagi lembaga-lembaga pemerintahan.

"Upaya menghimpun dana murah juga tercermin dari penambahan jumlah rekening individu menjadi sebanyak 46,5 juta," ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA