Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Pesan Prabowo ke HNW: Jangan Pernah Lupakan Kawan Lama

Rabu 23 Okt 2019 13:44 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan petikan keputusan kepada calon Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dalam rangkaian pelantikan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan petikan keputusan kepada calon Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dalam rangkaian pelantikan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Prabowo mengatakan akan tetap bersama-sama bersama HNW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menghadiri pelantikan menteri kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10). Secara khusus Hidayat memberi ucapan selamat kepada Prabowo Subianto usai dilantik sebagai menteri pertahanan. Kepada HNW, Prabowo berpesan agar tidak melupakan dirinya sebagai kawan lama.

"Beliau sampaikan ke saya terima kasih dan jangan pernah lupakan kawan lama. Kita adalah kawan lama pasti akan terus bersama-sama," kata HNW di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/10).

Ia juga mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf yang telah melantik jajaran kabinet, Rabu pagi tadi. Ia mendoakan agar para menteri bisa betul-betul menjalankan amanat dengan baik.

HNW menegaskan, PKS tidak akan menjadi oposisi sendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya kader PAN dan Demokrat yang duduk di kabinet.

"Jadi, pada hakikatnya menurut kami memang demokrasi itu ada yang di dalam kabinet di luar kabinet semuanya yang penting adalah jangan ada dikotomi, seolah di dalam kabinet membangun, di luar kabinet tidak membangun," katanya.

PKS, kata Hidayat, menghormati sikap politik Gerindra. Kendati bergabung dengan pemerintah, ia meyakini check and balances tetap dilakukan oleh DPR.

"Jangan hanya karena temannya jadi menteri kemudian tidak kritis. Kritis yang konstruktif, kalau baik ya oke apresiasi, tapi kalau ada alternatif lebih bagus berikan alternatif kritik yang solutif," ujarnya. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA