Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Ini Respons IHSG Terhadap Pemilihan Menteri Kabinet Maju

Rabu 23 Oct 2019 11:00 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
IHSG merespons negatif pemilihan menteri, tetapi berpotensi menguat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (23/10) bergerak melemah usai pengumuman kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Namun, analis mengungkapkan IHSG berpotensi menguat.

Baca Juga

IHSG dibuka melemah 1,08 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.224,42. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,52 poin atau 0,05 persen menjadi 982,4.

"Pelemahan IHSG karena aksi profit taking. Wajar kok. Indeks masih berpotensi menguat hari ini," kata analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, IHSG Rabu ini berpotensi menguat didukung sentimen domestik dan eksternal. Pernyataan Trump yang dovish mengenai perang dagang serta Sri Mulyani yang akan kembali menjabat menteri di dalam tim ekonomi Kabinet Kerja II memicu sentimen positif pasar, termasuk dampak bagi IHSG pada perdagangan hari ini yang bisa potensial menguat.

Terpilihnya kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan mendapat respons positif dari dunia usaha karena kinerja Sri Mulyani dianggap realistis, rasional dan responsif terhadap dinamika global. Pelaku pasar bisa lebih optimistis terhadap stabilitas ekonomi makro di lima tahun mendatang karena rekam jejaknya yang bagus.

Bila kebijakan makro ekonomi tidak rasional dan responsif terhadap gejolak, Indonesia bisa mudah tergelincir dalam krisis terutama ketika fluktuasi nilai tukar. Insentif perpajakan yang diberikan Sri Mulyani sudah cukup baik dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga pukul 10.58 WIB, IHSG masih konsisten bearish. IHSG turun 0,37 persen ke level 6.202.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA