Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Kiara: Kinerja Edhy Prabowo Harus Melampaui Susi Pudjiastuti

Rabu 23 Oct 2019 10:17 WIB

Red: Nur Aini

Bertemu Presiden Jokowi. Ketum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Waketum Gerindra Edhy Prabowo tiba di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Jakarta, Senin (21/10).

Bertemu Presiden Jokowi. Ketum Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Waketum Gerindra Edhy Prabowo tiba di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Jakarta, Senin (21/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Edhy Prabowo diminta tidak lagi sekadar menenggelamkan kapal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Susan Herawati menyatakan bahwa kinerja Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan harus dapat melampaui berbagai pencapaian yang diperoleh Susi Pudjiastuti.

Baca Juga

"Pertama urusannya harus melampaui apa yang dibuat Menteri Susi, tidak ada lagi sekadar penenggelaman kapal, tetapi harus membangun tata kelola keamanan laut yang terintegrasi," kata Susan Herawati di Jakarta, Rabu (23/10).

Untuk itu, ujar Susan, Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan baru juga harus fokus kepada kebijakan yang dapat meningkatkan sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat bahari. Menurut Sekjen Kiara, Edhy Prabowo harus bisa menjadikan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai poin utama dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

"Menteri harus berani berposisi kuat, melawan perampasan ruang seperti apa yang dilakukan Susi di akhir masa jabatannya, melawan reklamasi Teluk Benoa," kata Susan.

Dengan kata lain, kata dia, Menteri Kelautan dan Perikanan baru harus berani menolak semua proyek ekstraktif dan eksploitatif di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Sebelumnya, Edhy Prabowo saat menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI dalam sejumlah kesempatan menyatakan bahwa pihaknya mendukung kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang melakukan aksinya di kawasan perairan nasional dan merugikan Republik Indonesia.

"Kami tegaskan bahwa Komisi IV tetap mendukung kebijakan penenggelaman kapal asing yang memasuki wilayah Indonesia dan mencuri kekayaan alam Indonesia," kata Edhy di Jakarta, 11 Januari 2018 lalu.

Menurut Edhy ketika itu, terkait kebijakan menenggelamkan kapal asing, semangatnya Menteri Susi adalah untuk melindungi sumber daya alam nasional, selain itu melindungi kekayaan negara dari asing pihak asing. Hal tersebut, kata dia, perlu untuk segera didukung oleh berbagai pihak.

Dia berpendapat bahwa penenggelaman kapal asing yang terbukti mencuri kekayaan alam Indonesia itu berdampak baik kepada nelayan serta menimbulkan efek jera.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA