Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Kebakaran di Proyek Kereta Cepat Tewaskan WNA China

Rabu 23 Okt 2019 08:11 WIB

Red: Budi Raharjo

Kebakaran pipa Pertamina dilokasi proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC), di Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (22/10).

Kebakaran pipa Pertamina dilokasi proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC), di Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (22/10).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Pipa Pertamina bocor karena tertusuk paku bumi yang tengah ditancapkan ke tanah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Insiden terbakarnya pipa milik Pertamina di lokasi pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Selasa (22/10), menimbulkan korban jiwa. Korban yang meninggal dunia akibat kebakaran di sebelah ruas Tol Purbaleunyi KM 131 Jalur A, Kampung Mancong, Kota Cimahi, merupakan operator alat berat yang sedang bertugas di lokasi proyek dan merupakan seorang warga negara asing (WNA)

Berdasarkan informasi yang diterima Republika, korban bernama Li Xuanfeng, yang bekerja di subcon dari PT CREC, yaitu PT Ming Shu Construction. Korban tewas terpanggang api. Kebakaran terjadi sekira pukul 14.00 WIB dan baru bisa dipadamkan tiga jam kemudian.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi membenarkan, ada korban jiwa dalam insiden kebakaran pipa milik Pertamina. Dia mengatakan, korban diduga merupakan salah satu operator alat berat dari proyek yang sedang digarap PT KCIC. "Kita masih selidiki insiden kebakaran ini, termasuk korban yang meninggal dunia ini," ujarnya, Selasa (22/10).

Rudy mengatakan, Polda Jabar belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran besar tersebut. Dugaan awal, kebakaran terjadi karena ada pekerja yang menancapkan benda keras pada trase KCIC, tetapi mengenai pipa penyalur BBM.

Komandan Regu Damkar Kota Cimahi Indrahadi mengungkapkan, pipa Pertamina yang berada di area proyek pembangunan mengalami kebocoran karena tertusuk oleh paku bumi yang tengah ditancapkan ke tanah. Setelah itu, kebakaran pun tak dapat terhindarkan.

"Penyebabnya karena pipa (Pertamina) tertusuk. Dia (pekerja) lagi proses pemadatan, terus terkena," katanya saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa (22/10).

Sebanyak 20 unit pemadam kebakaran dari tim gabungan dikerahkan melakukan upaya pemadaman, termasuk melakukan pemblokiran area. Pertamina juga mengirimkan cairan kimia untuk digunakan sebagai pembantu pemadaman sebanyak dua unit kendaraan mobil.

Menurut dia, salah seorang pekerja yang merupakan WNA yang berprofesi sebagai operator crane mengalami luka parah karena terkena ledakan langsung. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kebakaran berhasil dipadamkan sekira pukul 17.21 WIB. Berdasarkan pantauan, pemadaman berhasil dilakukan dengan menggunakan cairan putih yang dibawa pihak Pertamina. Belasan petugas berjibaku memadamkan api. Bahkan, salah seorang petugas mengalami kelelahan dan terpaksa ditandu. Aroma BBM masih menyengat di lokasi kebakaran.

Salah seorang petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bandung, Uden, mengungkapkan, api berhasil dipadamkan setelah tiga jam. "Alhamdulillah sudah padam, sekarang sedang beres-beres peralatan," ujarnya saat berada di lokasi kebakaran, kemarin petang.

Salah seorang petugas damkar lainnya, Pepen, mengatakan, proses pemadaman cukup sulit. Sebab, api yang coba dipadamkan disertai minyak dari pipa Pertamina. "Cukup sulit pemadaman karena ada minyak. Rentan ke petugas dan sangat bahaya," ungkapnya.

Baca Juga

photo
Foto udara kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Melong, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (22/10/2019).


Terjebak

Kebakaran di pinggir ruas Tol Purbaleunyi Km 130 membuat ratusan kendaraan terjebak di dalam tol, terutama kendaraan yang dari Jakarta menuju Bandung. Andriansyah (21 tahun), mahasiswa Unpad Jatinangor, menceritakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.04 WIB.

Saat itu, dia bersama rekan-rekannya bergerak dari Moch Toha menuju Pasteur di jalur B. Namun, setibanya di lokasi kejadian, rombongan pemuda ini melihat asap hitam pekat di sebelah jalur yang dilaluinya.

"Awalnya, saya pikir ada mobil yang terbakar. Setelah lebih dekat, ternyata bukan. Lalu, api yang diselimuti asap hitam semakin ke tengah jalan tol di jalur A," ujar Andriansyah. Karena khawatir terjadi hal yang tak diiinginkan, ia langsung memacu kendaraannya untuk segera bisa melintasi titik yang terbakar.

Sementara, di jalur sebelahnya, yakni dari Jakarta menuju Bandung, kendaraan mengular dan terjebak di dalam tol. Bahkan, berdasarkan pengamatannya, kemacetan akibat adanya kebakaran ini mencapai tiga kilometer. "Saya langsung keluar GT Pasirkoja, tidak jadi keluar GT Pasteur. Takut melintas," kata dia.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kepolisian dan operator tol melakukan rekayasa lalu lintas. "Kendaraan dari Cileunyi ke Jakarta menggunakan satu lajur. Sedangkan, dari Jakarta menuju Bandung ditutup untuk sementara," ujar Trunoyudo.

PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi langsung menutup sementara akses Tol Km 131 jalur A, Kota Cimahi. Humas PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Nandang Elan, mengatakan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. "Saat ini, Jalur A Tol Purbaleunyi ditutup sementara. Kemudian, kendaraan dari Jakarta dialihkan menuju GT Baros dan GT Pasteur," ujarnya kepada Republika, Selasa (22/10) sore.

Kemudian, untuk jalur B dialihkan menuju GT Pasir Koja. Selain itu, jalur B dibuka kondisional bahu dan lajur 1. Pihaknya juga melakukan imbauan melalui VMS.

Adapun, pengguna jalan yang terjebak dari Km 128 sampai dengan Km 130 diarahkan untuk putar balik di U-Turn Km 129. Saat kebakaran terjadi, kepadatan jalur A kurang lebih ekornya ada di Km 125. Sementara, untuk jalur B, kurang lebih ekor antreannya di Km 132. n ita nina winarsih/muhammad fauzi ridwan, ed: satria kartika yudha

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA