Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Inovasi Tes Deteksi Diabetes Personal Terintegrasi Internet

Selasa 22 Oct 2019 23:15 WIB

Rep: Herning Banirestu(swa.co.id)/ Red: Herning Banirestu(swa.co.id)

img_0663.jpg

img_0663.jpg

Inovasi Tes Deteksi Diabetes Personal Terintegrasi Internet

Setiap tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia menunjukkan tren peningkatan hingga 40 persen. Guna mencegah penyakit gula atau kencing manis tersebut, diperlukan pola hidup yang sehat melalui asupan makan yang baik dan rajin berolah raga.

Selain itu dibutuhkan setiap individu setidaknya melakukan deteksi dini terhadap diri sendiri untuk mengetahui dan melakukan pencegahan terhadap kemungkinan munculnya penyakit gula atau kencing manis tersebut.

Bionime Corporation asal Taiwan memperkenalkan sejumlah alat kesehatan terintegrasi yang dapat dioperasikan dengan mudah oleh individu antara lain Rightest CARE DMS + Rightest CARE Clinic App + Rightest CARE App dan Rightest Smart Meter (Seri Rightest POCT & Bluetooth).

Keseluruhan alat tes kesehatan tersebut adalah kombinasi Internet of Medical Things (IoMT) terbaru dengan dukungan teknologi dan integrasi solusi kesehatan digital sehingga mampu mengumpulkan informasi secara tepat dan melakukan analisis terhadap seluruh rekaman kesehatan elektronik (EHR).

Kemampuan integrasi dan analisa data tersebut memungkinkan bagi individu pengguna untuk mendapatkan saran perawatan kesehatan, informasi farmasi, maupun lembaga layanan kesehatan lainnya berdasarkan ide perawatan masyarakat.

Hal ini semakin dipermudah melalui penggunaan Rightest Coin, pengguna akhir, penyedia layanan kesehatan, dan bisnis dapat dengan bebas bertukar produk dan layanan perawatan kesehatan dalam ekosistem kesehatan sehingga mudah dijangkau pengguna produk ini.

“Untuk memfasilitasi pengembangan ekosistem, kami telah menerapkan integrasi rantai farmasi, dan lembaga layanan kesehatan lainnya berdasarkan ide perawatan masyarakat. Melalui penggunaan Rightest Coin, pengguna akhir, penyedia layanan kesehatan, dan bisnis dapat dengan bebas bertukar produk dan layanan perawatan kesehatan dalam ekosistem,” kata Founder & CEO Bionime Corporation,
Roy Huang di Jakarta (21/10/2019).

Rightest Coin adalah mata uang virtual yang diperuntukan bagi layanan kesehatan sehingga tidak merepotkan bagi pengguna. Mata uang virtual ini telah diterapkan untuk penggunaan transaksional sebagai pengganti mata uang fisik pada lebih dari seribu apotek di wilayah Asia-Pasifik maupun lembaga kesehatan yang ditunjuk pemerintah di kawasan Asia-Pasifik.

Saat ini, lebih dari 1.000 lembaga mendukung sistem yang dikembangkan Bionime Corporation, menjadikannya salah satu platform kesehatan paling unik dan terspesialisasi di dunia dalam bidang diabetes dan manajemen penyakit kronis.

Tahun 2019 Bionime memperkenalkan sarana kesehatan Bionime Corporation ke tujuh negara berbeda dalam waktu kurang dari satu tahun, salah satunnya yaitu di Indonesia dalam kegiatan Hospital Expo 2019 pada 23 – 26 Oktober 2019 yang digelar di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center .

Kegiatan Hospital Expo 2019 dilakukan dalam rangka mendorong produsen Taiwan untuk meningkatkan kemampuan serta menambah nilai dan inovasi dalam produk mereka yang didukung Kementerian Urusan Ekonomi/Ministry of Economic Affairs (MOEA) melalui proyek skala nasional yang disebut Proyek Pengembangan Citra Industri Taiwan/The Taiwan Industry Image Enhancement Project (IEP project).

\Menurut Roy, salah satu yang akan menjadi target adalah Indonesia, produk ini akan ditampilkan pada booth Taiwan Excellence di Hospital Expo pada 23-26 Oktober 2019 di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center.

 

 

www.swa.co.id

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA