Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Jakpro Pastikan Proyek ITF Sunter Mampu Hasilkan 35 Megawatt

Selasa 22 Oct 2019 16:59 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Pekerja dengan menggunakan alat berat memindahkan sampah di area proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Pekerja dengan menggunakan alat berat memindahkan sampah di area proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Ini merupakan upaya bersama mengurangi masalah sampah kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) resmi menangani proyek pengelolaan sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, setelah ditandatangani perjanjian kerja sama dengan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. 

Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, selain melaksanakan amanat Pemprov DKI pihaknya juga telah menyepakati perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) antara  PT PLN (Persero) dengan PT Jakarta Solusi Lestari (JSL), operator yang dibentuk Jakpro bersama perusahaan publik Finlandia, Fortum.

"Ini merupakan upaya bersama mengurangi masalah sampah kota. Proyek pertama kami, ITF Sunter mampu mengubah sampah menjadi energi listrik 35MW dari material 2.200 ton sampah per hari,” tutur Dwi, Senin (22/10).

Diungkapkan Dwi, perjanjian jual beli listrik tersebut senilai 11,88 sen dolar AS per kWh dari fasilitas yang dibangun dan dilaksanakan setelah negoisasi dan sumber pendanaan dirampungkan. “Kami mengapresiasi PT PLN serta dukungan Kementerian ESDM dalam upaya mewujudkan pembangunan ITF Sunter," katanya.

Dia menambahkan, dari 7.500 ton sampah yang ada di Jakarta per hari ITF Sunter baru bisa mengelola 29,3 persen dan potensi 70,7 persen belum tergarap dan harus diatasi dengan upaya pengurangan produk sampah. "Pelaksanaan tugas ini untuk wujudkan wajah baru Jakarta yang bersih dan bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan,” ucapnya.

Rencananya ITF Sunter mulai dioperasikan 2022 mendatang. Pada waktunya nanti, fasilitas ITF Sunter terhubung dengan Gardu Induk Kemayoran melalui jalur transmisi 150kV sepanjang 2,2 kilometer (km).

Dengan telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini, lanjut Dwi, pihaknya berupaya untuk mewujudkan cara pandang baru bahwa sampah bukanlah hal yang tidak berguna dalam skala masif, melainkan material yang dapat bermanfaat.

“Kami berterima kasih atas kerja sama lintas sektor yang baik. Penanganan sampah adalah tugas bersama yang harus diselesaikan secara terpadu demi keberlanjutan alam dan bumi asri lestari,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih menyambut baik kesepakatan progres pembangunan proyek pengelolaan sampah di dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara, yang dihasilkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BUMD PT Jakpro. Andono menyampaikan, ITF Sunter bila sudah beroperasi akan mengurangi beban pengelolaan sampah Jakarta.

"ITF Sunter ini berteknologi ramah lingkungan dan bertujuan untuk mengurangi beban sampah di TPST Bantar Gebang," ungkap Andono.

Menurutnya, ITF Sunter merupakan salah satu Kegiatan Strategis Daerah (KSD) yang telah ditetapkan Pemprov DKI. ITF Sunter merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terbesar di Indonesia dengan teknologi yang handal dan telah terbukti di negara-negara maju.

"ITF Sunter adalah wajah baru pengelolaan sampah Ibukota. Ini impian Jakarta sejak belasan tahun yang lalu," sebut Andono.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani, mengharapkan kerja sama ini dapat mengatasi persoalan sampah di Ibukota. Selain itu, ITF Sunter juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengelola sampah dengan kapasitas 35 megawatt.

Baca Juga

"Kami PLN siap mendukung kebijakan pemerintah untuk pengelolaan lingkungan di Jakarta," katanya.

ITF Sunter ini nantinya mampu mengubah sampah menjadi energi listrik sebesar 35 megawatt dari 2.200 ton sampah per hari. Per hari, DKI Jakarta menghasilkan sampah sekitar 7.500 ton. ITF Sunter direncanakan mulai beroperasi di 2022 mendatang dan terhubung dengan Gardu Induk Kemayoran melalui jalur transmisi 150 kV sepanjang 2,2 kilometer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA