Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Penunjukan Kembali Sri Mulyani Berdampak Positif Bagi Rupiah

Selasa 22 Oct 2019 16:11 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Diundang Ke Istana Kepresidenani. Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Jakarta, Selasa(22/10).

Diundang Ke Istana Kepresidenani. Menteri Keuangan Sri Mulyani tiba di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Jakarta, Selasa(22/10).

Foto: Republika/ Wihdan
Persiden Jokowi kembali memanggil Sri Mulyani untuk masuk dalam kabinet pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau terus menguat seiring dengan satu per satu wajah bermunculan di istana untuk menjadi kandidat menteri periode 2019-2024. Rupiah pada Selasa (22/10) menjelang sore semakin kuat di level Rp 14.058 menurut JISDOR, dan perdagangan spot sebesar Rp 14.028 di data Bloomberg.

Hal ini disinyalir imbas dari pengumuman kepastian Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menyampaikan kepastian posisi menteri keuangan memang menjadi pengumuman paling penting bagi pasar.

"Karena menteri keuangan ini yang menjadi jangkar dari kebijakan fiskal, finansial kita ke depan," kata dia pada Republika.

Sosok Sri Mulyani yang telah dikenal pasar dan rekam jejak kredibelitasnya telah menguatkan kepercayaan investor. Posisi Menkeu akan menjadi patokan atau acuan bagi kebijakan dan strategi ke depannya.

David mengatakan sentimen positif sebenarnya sudah muncul sejak kemarin. Rupiah menguat termasuk karena capital inflow dari luar ke dalam negeri, khususnya ke surat berharga pemerintah atau obligasi.

"Inflow cukup kuat, khususnya ke obligasi pemerintah, jadi imbal hasil turun, dari rupiahnya sendiri juga menguat," katanya.

Selain posisi menkeu, pasar juga masih menunggu kejelasan untuk sektor riil. Sejumlah posisi menteri seperti dibidang perindustrian, BUMN dan energi masih belum jelas namun diprediksi akan tetap membawa sentimen positif.

"Sepertinya akan tetap optimis, karena figur-figur yang sudah terlihat cukup kredibel, berbagai latar belakang, masih muda," katanya.

David mengatakan siapa pun yang mengisi kabinet kerja khususnya tim ekonomi, maka harus mementingkan koordinasi. Kerja sama antar sektor akan memastikan keberlangsungan kinerja yang baik, termasuk dengan pemerintah daerah.

Ia menyarankan tim ekonomi kabinet perlu mempersiapkan strategi untuk proyeksi perlambatan ekonomi global tahun depan. Bagaimana pun, ini harus diantisipasi agar tidak berimbas dalam pada ekonomi dalam negeri.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA