Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Boeing Berpotensi Alami Kerugian Besar

Selasa 22 Oct 2019 10:24 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Pesawat Boeing 737 MAX 8 tengah uji terbang di lapangan udara Renton, Washington, Amerika Serikat.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 tengah uji terbang di lapangan udara Renton, Washington, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Saham Boeing turun setelah seorang pilot melaporkan kerusakan perangkat lunak.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Boeing diperkirakan sangat berpotensi mengalami kerugian besar setelah pesawatnya tipe Boeing 737 Max 8 dilarang terbang. Larangan tersebut dilakukan setelah pesawat Boeing 737 Max 8 mengalami kecelakaan terbang, salah satunya di Indonesia. 

Dilansir dari Reuters, Selasa (22/10), broker menyebutkan akibat persoalan tersebut, Boeing bisa saja menanggung kerugian hingga miliaran lebih. Terlebih, belum dipastikan kapan waktu yang ditetapkan Boeing 737 Max 8 dapat beroperasi kembali. Sebab Aviation Administration (FAA) hanya menyebutkan akan mencabut larangan penerbangan pesawat tersebut pada akhir 2019.

Saham Boeing turun setelah Reuters pada Jumat (18/10) melaporkan serangkaian pesan internal dari seorang mantan pilot Boeing. Pilot tersebut menggambarkan perangkat lunak pesawat Boeing 737 Max 8 tidak menentu beberapa bulan sebelum dilarang terbang. 

Pernyataan tersebut membuat produsen pesawat terbesar di dunia tersebut memasuki masa krisis baru. Terlebih, Boeing 737 Max 8 dilarang terbang di seluruh dunia untuk keselamatan penerbangan.

Boeing juga membukukan biaya pajak sebelum pajak 5,6 miliar dolar AS pada kuartal kedua 2019. Selain itu pada Juli 2029 total biaya larangan terbang Boeing Max 8 menjadi lebih dadi delapan miliar dolar AS.

Tak hanya itu, ksisis Boeing pun berlanjut sebelum perusahaan melaporkan hasil keuangannya. Chief Executive Officer Boeing Dennis Muilenburg mengatakan kepada semua karyawan melalui email bahwa mereka harus berbicara dengan manager jikka memiliki pertanyaan tentang konten mereka.

Melalui emailnya, Muilenburg mengatakan Boeing terus membuat kemajuan yang stabil menuju pengembalian 737 Max 8 ke layanan komersial. Perusahaan sangat berkomitmen untuk bekerja sama sepenuhnya dengan regulator dan penyelidik.

Saham Boeing turun 3,76 persen pada penutupan pasar pada Senin ke level 331,06 dolar AS dari penutupan sebelumnya 344 dolar AS. Saham boeingdi perdagangan New York Stock Exchange sempat mencapai level tertinggi sebesar 440 dolar AS pada Maret 2019.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA