Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Strategi BRI Syariah Salurkan KUR

Senin 21 Oct 2019 19:54 WIB

Rep: LIda Puspaningtyas/ Red: Dwi Murdaningsih

Industri kreatif fashion.

Industri kreatif fashion.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Sektor fashion Muslim menjadi sasaran KUR BRI Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BRI Syariah menggenjot pembiayaan untuk sektor industri halal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Salah satu yang menjadi sasaran yakni sektor fashion Muslim.

Sekretaris perusahaan BRI Syariah, Mulyatno Rachmanto menyampaikan perusahaan tidak menemui kendala berarti dalam menyalurkannya. Meski demikian, perlu ada sejumlah strategi agar imbasnya bisa lebih optimal.

"Saat ini tidak ada kendala dalam penyaluran KUR untuk fashion muslim, yang patut menjadi perhatian adalah strategi yang dapat dilakukan untuk mendorong fashion muslim skala kecil," kata dia pada Republika.co.id, Senin (21/10).

Mulyatno menjelaskan, sejumlah strategi tersebut diantaranya pemberdayaan kualias, design serta Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini akan meningkatkan nilai tambah dari produk fashion Muslim tanah air meski dari produsen skala kecil.

"Selain itu, faktor pemasaran yang terintegrasi juga patut mendapat perhatian khusus," kata dia.

Ekosistem yang lengkap dari hulu hingga hilir akan membuat industri halal semakin berkembang. Namun demikian faktor produksi juga dipengaruhi oleh kurangnya akses terhadap pendanaan.

Salah satu perusahaan mode Muslim, Shafira Corporation mengharapkan akses permodalan yang mudah untuk keberlangsungan bisnis. General Manager Shafira, Gunarto menyampaikan saat ini akses permodalan masih kurang.

"Support keuangan syariah masih rendah, kami harapkan adanya keberpihakan kepada pelaku industri fashion Muslim sehingga bisa bersaing di dunia," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (21/10).

Kementerian Perdagangan sedang dalam upaua mendorong ekspor fashion Muslim. Namun demikian, Kredit Usaha Rakyat untuk segmen ini masih sedikit sekali.

Gunarto mengatakan kemudahan mengakses permodalan dan kolaborasi dengan sektor keuangan syariah dipercaya bisa meningkatkan daya saing industri. Sinergi tersebut tidak hanya akan membantu meningkatkan industri halal tapi juga portofolio keuangan syariah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA