Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Pengusaha Minta Menteri Baru Bekerja untuk Kepentingan Umum

Selasa 22 Okt 2019 05:10 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

 Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pengusaha menginginkan para menteri Jokowi berkomitmen menjalankan visi presiden

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia usaha menyambut masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua dengan penuh harapan. Pelaku usaha juga menaruh harapan terhadap Jokowi untuk memilih menteri-menteri yang bisa mendorong kemajuan perekonomian nasional.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengaku tidak mempersoalkan latar belakang menteri yang dipilih Jokowi. "Yang penting profesional dari mana pun sumbernya dan bekerja atas kepentingan umum, bukan kelompok atau pribadi," ujar Titin saat dihubungi Republika di Jakarta, Senin (21/10).

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman. Menurut Lukman, menteri-menteri pada pemerintah periode kedua Jokowi harus berkomitmen menjalankan visi presiden dan tidak punya agenda masing-masing.

"Harus kompeten sesuai bidangnya dari mana pun asalnya dan profesional," ucap Lukman.

Selain itu, kata Lukman, para menteri harus membangun pola koordinasi dan meningkatkan sinergitas antarkemementerian dan lembaga. Persoalan ini, dia katakan, penting dalam membenahi sektor ekonomi bangsa.

"Para menteri juga harus mempunyai pandangan luas, global, bukan pandangan sempit," lanjut Lukman.

Lukman berharap pemerintah kedua Jokowi mampu memberikan dukungan lebih besar bagi para pelaku usaha makanan dan minuman. Lukman berharap para menteri mampu menerjemahkan arahan presiden dalam melindungi dan meningkatkan produktivitas pelaku usaha makanan dan minuman lokal.

"Terutama regulasi terkait bahan baku impor," kata Lukman menambahkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA