Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Kabinet Baru Butuh Profil Pengusaha

Senin 21 Oct 2019 17:11 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Foto: pixabay
Pengusaha perlu diberi kesempatan untuk memajukan perekonomian dengan cara kreatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pengusaha diperkirakan akan mengisi kursi jabatan di kabinet baru pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Ekonom Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, menilai ini langkah yang tepat untuk menindaklanjuti kinerja kabinet jilid I.

"Kabinet pertama mempersiapkan, sekarang adalah mengerjakan," ujar Ari di Jakarta, Senin (21/10).

Ari mengatakan, pengusaha dibutuhkan karena berpengalaman secara teknis dalam mengembangkan potensi ekonomi. Terutama, dalam melanjutkan persiapan-persiapan yang sudah disiapkan kabinet sebelumnya.

Selain itu, pengusaha juga dinilai kreatif dalam mencari terobosan-terobosan untuk menjawab tantangan perlambatan perekonomian global. Pengusaha dinilai mampu membuat kebijakan-kebijakan yang berorientasi kepada konsumen.

Menurut Ari, para pengusaha perlu diberi kesempatan untuk memajukan perekonomian dengan cara kreatif. Selama ini, kursi jabatan kabinet lebih banyak diisi oleh kalangan akademisi dan politisi, sehingga kebijakan-kebijakan yang dihasilkan pun bersifat birokrtis.

Mesiki demikian, untuk menghindari adanya konflik kepentingan, menurut Ari, para pengusaha ini harus meninggalkan jabatan mereka di perusahaan. "Dia harus resign formal, bahkan Donald Trump juga resmi resign dari perusahaan real estatenya, yang penting idenya," tutur Ari.

Pada pagi ini Jokowi mengundang sejumlah kalangan pengusaha ke Istana Negara diantaranya Erick Thohir, Nadiem Makariem, dan Wishnutama. Ketiganya dikabarkan diminta presiden mengisi kursi jabatan kabinet sebagai menteri.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA