Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Penyintas Wamena Butuh Jaminan Keamanan

Senin 21 Oct 2019 11:46 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumlah pengungsi dari Wamena turun dari KM Dobonsolo di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

Sejumlah pengungsi dari Wamena turun dari KM Dobonsolo di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

Foto: Antara/Didik Suhartono
Pemerintah harus berikan jaminan terkait keamanan dan pendidikan penyintas Wamena

Kerusuhan Wamena beberapa waktu lalu seolah menjadi mimpi buruk bagi kaum pendatang. Penganiayaan dan pengusiran yang mereka alami tentu membawa trauma berat. Karena kejadian itu, sebagian besar mereka enggan kembali ke Wamena meskipun harus kehilangan pekerjaan, usaha, harta, dan sebagainya.

Baca Juga

Masalah baru pun muncul pasca kerusuhan. Wamena yang ditinggal pergi penduduk yang berasal dari luar pulau, yang sebelumnya berprofesi sebagai dokter, guru, dosen, atau bertugas melayani publik lainnya, akan membuat pelayanan publik terganggu.

Guru misalnya, sebagian besar mengungsi atau pulang ke daerah asal, sehingga terjadi kekurangan tenaga guru. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Bagaimana pun proses pembelajaran harus terus berjalan. Jika tidak, hak anak-anak Wamena untuk mendapatkan pendidikan akan terabaikan.

Oleh karena itu, pemerintah harus mendorong para guru untuk kembali mengajar. Atau menyiapkan tenaga pendidik yang lain untuk sementara waktu hingga Wamena betul-betul kondusif. Dan paling penting, adanya jaminan keamanan dan keselamatan dari pemerintah dan aparat agar penyintas kembali ke Wamena.

Partisipasi dan swadaya masyarakat setempat juga sangat dibutuhkan. Bagi mereka yang memiliki intelektualitas atau kemampuan akademik meski terbatas, agar dapat mengambil peran sebagai guru pengganti.  Semoga akar masalah kerusuhan dapat  diselesaikan, sehingga peristiwa serupa tidak terulang lagi.

Pengirim: Ummu Athiyah, Makassar 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA