Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Slankers dari Berbagai Kota Ramaikan Musik untuk Republik

Senin 21 Oct 2019 11:29 WIB

Rep: MGROL125/ Red: Reiny Dwinanda

Grup musik Slank

Grup musik Slank

Foto: Republika/Dwina Agustin
Slankers dari berbagai kota karaoke massal bareng Slank di Musik untuk Republik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah tiga hari dihelat, pertunjukan Musik untuk Republik ditutup dengan penampilan Slank. Saat membuka sesi penampilannya, Slank membawakan lagu "Bang Bang Tut" dari album Minoritas

Slank yang manggung tanpa Abdee kemudian membawakan lagu "Birokrasi Complex". Ribuan Slankers (fans Slank) yang hadir di Buperta ikut bernyanyi bersama mengikuti alunan musik. "Assalamulaikum. Apa kabar semua," sapa Kaka kepada para Slankers.

Kaka yang mengenakan kaus hitam bertuliskan "Virus" di bagian depan tampil begitu atraktif di atas panggung. Slank juga sempat membawakan lagu berjudul "CCTV Tuhan" dari album yang baru dirilis "Slanking Forever". Karaoke massal pun terjadi ketika Slank membawakan lagu "Ku Tak Bisa".

"Besok hari Senin kerja lagi. Itu berlaku juga bagi Bapak Presiden kita yang besok juga harus kerja lagi," ujar Kaka sebelum membawakan lagu "Mars Slankers".

Ratusan penggemar Slank yang dikenal dengan sebutan Slankers telah hadir di Lapangan Utama Cibubur, Jakarta Timur, bahkan sejak Sabtu (19/10). Mereka berasal dari berbagai daerah di tanah air. Ari, Slankers asal Batang, mengaku datang bersamaan dengan Slankers dari Jawa Tengah lainnya. Mereka sampai Jakarta pada hari Sabtu dengan menumpang truk.

Baca Juga

Menurut Ari, ia dan teman teman sengaja datang jauh-jauh untuk menonton idola mereka. Dia mengetahui bahwa Musik untuk Republik adalah konser yang ditujukan untuk persatuan Indonesia dan ia pun memiliki harapan tentang persatuan.

“Ya, biar makin aman aja, nggak ada demo-demo kayak kemarin," tuturnya sembari menunggu penampilan Slank.

Di sekitar lapangan utama Bumi Perkemahan Cibubur banyak dijumpai bendera-bendera Salnkers, mulai dari Magelang, Salatiga, hingga Cimahi. Bendera-bendera tersebut diikatkan di pohon dan ada juga yang mereka bawa ke depan panggung.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA